LANGIT7.ID-Jakarta; Mengalami gangguan pada perut bisa saja terjadi karena kesalahan pengolahan makanan yang menyebabkan keracunan atau ada virus yang menyebar dari orang ke makanan yang dikonsumsi orang lain.
Melansir dari laman Well and Good, ada lebih dari 250 jenis keracunan makanan, namun Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS menjelaskan bahwa penyebab bakteri yang paling umum mungkin meliputi, Salmonella, Bakteri E.coli, Listeria, Stafilokokus, Bakteri Kampilobakteri dan Penyakit Shigella.
Baca juga: 6 Sayuran Berkhasiat untuk Kecilkan Lemak Perut dan Memiliki Body GoalSementara gangguan pada perut juga bisa disebabkan karena infeksi virus di perut oleh norovirus. Norovirus hidup dalam tinja dan muntahan orang yang terinfeksi dan dapat menempel di tangan atau permukaan, berpindah ke makanan, air, atau apapun yang disentuh.
Gejala yang paling umum dari keduanya adalah diare, mual dan muntah, sakit perut dan kram dan dalam beberapa kasus terjadi demam.
Ahli gastroenterologi Elena Ivanina DO, MPH mengatakan secara umum perbedaan gangguan perut akibat keracunan atau virus adalah pada keracunan makanan terjadi dengan cepat, biasanya beberapa jam setelah mengonsumsi makanan yang tidak sehat.
Baca juga: 6 Makanan yang Sebabkan Lemak Perut dan Gangguan Kesehatan"Di sisi lain, penyakit perut biasanya memiliki masa inkubasi yang lebih lama, biasanya antara 24 hingga 48 jam sebelum gejala muncul. Keracunan makanan biasanya berlangsung sekitar 24 jam," ujar Dr. Ivanina.
Namun, kondisinya bisa berbeda-beda, terutama jika penyakit disebabkan oleh parasit yang membandel atau jika memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Dr. Ivanina memberikan kiat agar terhindar dari keracunan atau penyakit perut dengan selalu mencuci tangan dari toilet sebelum menyiapkan makanan, tetap di rumah saat sakit, tidak minum susu mentah dan cuci buah dan sayur sebelum dikonsumsi, jaga suhu lemari pendingin, masak daging hingga matang dan cuci pisau setelah menyentuh makanan mentah.(*)
(lam)