Ashanty Lulus Doktoral Unair, Anang: Proud Husband, Always!
Esti setiyowati
Jum'at, 15 Mei 2026 - 19:44 WIB
Ashanty Lulus Doktoral Unair, Anang: Proud Husband, Always!. Foto: Instagram/ashantyash
Penyanyi sekaligus praktisi industri musik Ashanty baru saja menyelesaikan program doktor (S3) di Universitas Airlangga. Ibu dua anak ini lulus dengan predikat sangat memuaskan setelah mengikuti Ujian Terbuka Doktoral pada Rabu (13/5/2026) lalu.
Ashanty mengaku dalam proses penyusunan disertasi dihadapi dengan tantangan dan rasa panik sebelum menghadapi setiap tahapan ujian.
Jujur, saya setakut dan sepanik itu. Setiap kali mau ujian, saya sering stres seharian,” ungkap Ashanty seperti dikutip dari laman Unair, Jumat (15/5/2026).
Baca juga: Gegara Roblox: Anak Ashanty Dijauhi, Sule Kecolongan Rp50 Juta
Dalam penelitiannya, Ashanty menyoroti tentang adaptasi musisi senior dalam menghadapi hegemoni digital. Menurut Ashanty, musisi yang mampu bertahan di era digital bukanlah yang sepenuhnya tunduk pada sistem komputasi, melainkan musisi yang mampu menegosiasikan logika digital dengan esensi karya seni manusia.
“Adaptasi ini sangat ditentukan oleh kemampuan seorang seniman dalam bernegosiasi antara tuntutan sistem digital saat ini. Jadi bagaimana mereka bisa adaptasi, tapi mereka juga tidak harus benar-benar mengerti teknologi yang ada saat ini,” jelasnya di hadapan para penguji.
Disertasi Ashanty yang berjudul "Respons Adaptif Penyanyi Baby Boomers dan Generasi X terhadap Transformasi Digital di Industri Musik Indonesia" ini juga diterbitkan di jurnal Frontiers pada 7 April 2026.
Ashanty mengaku dalam proses penyusunan disertasi dihadapi dengan tantangan dan rasa panik sebelum menghadapi setiap tahapan ujian.
Jujur, saya setakut dan sepanik itu. Setiap kali mau ujian, saya sering stres seharian,” ungkap Ashanty seperti dikutip dari laman Unair, Jumat (15/5/2026).
Baca juga: Gegara Roblox: Anak Ashanty Dijauhi, Sule Kecolongan Rp50 Juta
Dalam penelitiannya, Ashanty menyoroti tentang adaptasi musisi senior dalam menghadapi hegemoni digital. Menurut Ashanty, musisi yang mampu bertahan di era digital bukanlah yang sepenuhnya tunduk pada sistem komputasi, melainkan musisi yang mampu menegosiasikan logika digital dengan esensi karya seni manusia.
“Adaptasi ini sangat ditentukan oleh kemampuan seorang seniman dalam bernegosiasi antara tuntutan sistem digital saat ini. Jadi bagaimana mereka bisa adaptasi, tapi mereka juga tidak harus benar-benar mengerti teknologi yang ada saat ini,” jelasnya di hadapan para penguji.
Disertasi Ashanty yang berjudul "Respons Adaptif Penyanyi Baby Boomers dan Generasi X terhadap Transformasi Digital di Industri Musik Indonesia" ini juga diterbitkan di jurnal Frontiers pada 7 April 2026.