Sandiaga Dukung Desa Wisata Sanankerto Bisa Naik Kelas
Garry Talentedo Kesawa
Senin, 18 Oktober 2021 - 14:19 WIB
Menparekraf Sandiaga Uno saat visitasi Desa Wisata Sanankerto, Malang, Jawa Timur. (Foto: Kemenparekraf)
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno,berharap Desa Wisata Sanankerto, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, bisa naik kelas dengan mengoptimalkan daya tarik berupa Ekowisata Boon Pring.
Ekowisata Boon Pring merupakan tempat wisata berbentuk telaga di area hutan bambu yang dilengkapi dengan berbagai atraksi seperti sepeda air, perahu, kolam renang, hingga terdapat Arboretrum Bambu (museum pohon bambu).
"Ini adalah daya tarik utama dan menurut saya bisa dikembangkan desa wisata berbasis edukasi dan juga berbasis ecotourism atau wisata berbasis lingkungan. Kita berharap Desa Wisata Sanankerto bisa menyusul pendahulunya, Desa Wisata Kujon Kidul, sebagai desa wisata kelas dunia," kata Menparekraf seperti dikutip Senin (18/10).
Baca juga: Pulihkan Industri Perfilman, Sandiaga Beri Bantuan PEN
Saat ini, terdapat kurang lebih 115 jenis pohon bambu dan sudah diberi penanda (papan informasi nama). Boon Pring merupakan lokasi yang memiliki momen Ray of Light (Rol), yang sering diburu oleh para fotografer.
Desa Wisata Sanankerto juga membagi pemusatan potensi wisata dalam beberapa klaster, antara lain Kampung Nenem sebagai sentra budidaya tanaman sayuran maupun tanaman hias; Kampung Budaya 89, merupakan pusat kegiatan kesenian dan sentra ekonomi kreatif; Kampung Rolas, yang merupakan tempat pembudidayaan ikan koi dan nila, serta Kampung Dolanan.s
Selain itu, Desa Wisata Sanankerto juga memiliki wisata seni dan budaya yang menghadirkan Musik Tradisional Dengkrok, Cucuk Lampah, Kesenian Gejog Lesung, dan Tari Topeng. Ada juga sentra ekonomi kreatif berupa produk kuliner Telur Asin Asap, Jamu Organik, Carang Mas, Opak, dan Kripik Tempe.
Ekowisata Boon Pring merupakan tempat wisata berbentuk telaga di area hutan bambu yang dilengkapi dengan berbagai atraksi seperti sepeda air, perahu, kolam renang, hingga terdapat Arboretrum Bambu (museum pohon bambu).
"Ini adalah daya tarik utama dan menurut saya bisa dikembangkan desa wisata berbasis edukasi dan juga berbasis ecotourism atau wisata berbasis lingkungan. Kita berharap Desa Wisata Sanankerto bisa menyusul pendahulunya, Desa Wisata Kujon Kidul, sebagai desa wisata kelas dunia," kata Menparekraf seperti dikutip Senin (18/10).
Baca juga: Pulihkan Industri Perfilman, Sandiaga Beri Bantuan PEN
Saat ini, terdapat kurang lebih 115 jenis pohon bambu dan sudah diberi penanda (papan informasi nama). Boon Pring merupakan lokasi yang memiliki momen Ray of Light (Rol), yang sering diburu oleh para fotografer.
Desa Wisata Sanankerto juga membagi pemusatan potensi wisata dalam beberapa klaster, antara lain Kampung Nenem sebagai sentra budidaya tanaman sayuran maupun tanaman hias; Kampung Budaya 89, merupakan pusat kegiatan kesenian dan sentra ekonomi kreatif; Kampung Rolas, yang merupakan tempat pembudidayaan ikan koi dan nila, serta Kampung Dolanan.s
Selain itu, Desa Wisata Sanankerto juga memiliki wisata seni dan budaya yang menghadirkan Musik Tradisional Dengkrok, Cucuk Lampah, Kesenian Gejog Lesung, dan Tari Topeng. Ada juga sentra ekonomi kreatif berupa produk kuliner Telur Asin Asap, Jamu Organik, Carang Mas, Opak, dan Kripik Tempe.