Pembicaraan BRICS Berakhir Tanpa Pernyataan Bersama, Perbedaan Pendapat soal Perang Iran Makin Dalam
Sururi al faruq
Sabtu, 16 Mei 2026 - 06:59 WIB
Pembicaraan BRICS Berakhir Tanpa Pernyataan Bersama, Perbedaan Pendapat soal Perang Iran Makin Dalam
LANGIT7.ID-New Delhi; Aliansi BRICS yang berisi negara-negara berkembang besar gagal mengeluarkan pernyataan bersama setelah pertemuan dua hari di India, di tengah perpecahan internal mengenai perang Iran yang berdampak pada sejumlah anggota.
India menjadi tuan rumah pertemuan para menteri luar negeri di New Delhi dan saat ini memegang jabatan ketua aliansi tersebut. BRICS beranggotakan negara inti Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan, serta anggota baru Etiopia, Mesir, Iran, Indonesia, dan Uni Emirat Arab (UEA).
India menyatakan pada Jumat (kemarin) bahwa "ada perbedaan pandangan di antara sejumlah anggota" mengenai konflik di Timur Tengah.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, pada Kamis mendesak negara-negara anggota BRICS untuk mengecam apa yang disebutnya sebagai "pelanggaran hukum internasional oleh Amerika Serikat dan Israel".
Perang tersebut telah memperketat ketegangan antara Iran dengan negara-negara tetangganya di Teluk, termasuk Arab Saudi dan UEA, yang juga merupakan anggota BRICS+. Riyadh sendiri belum secara resmi bergabung dengan blok ini.
Tanpa menyebut secara langsung nama UEA, Araghchi mengatakan dalam sebuah konferensi pers bahwa seorang anggota BRICS telah memblokir sebagian pernyataan India. Iran berulang kali menargetkan negara tetangganya di Teluk tersebut sejak perang meletus pada 28 Februari, dan dilaporkan menyerang UEA lebih sering dibandingkan negara lain yang terlibat dalam konflik ini, termasuk Israel.
"Kami tidak punya masalah dengan negara tertentu itu, mereka bukan target kami dalam perang saat ini. Kami hanya menghantam pangkalan dan instalasi militer Amerika, yang sayangnya berada di wilayah mereka," ujar Araghchi.
India menjadi tuan rumah pertemuan para menteri luar negeri di New Delhi dan saat ini memegang jabatan ketua aliansi tersebut. BRICS beranggotakan negara inti Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan, serta anggota baru Etiopia, Mesir, Iran, Indonesia, dan Uni Emirat Arab (UEA).
India menyatakan pada Jumat (kemarin) bahwa "ada perbedaan pandangan di antara sejumlah anggota" mengenai konflik di Timur Tengah.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, pada Kamis mendesak negara-negara anggota BRICS untuk mengecam apa yang disebutnya sebagai "pelanggaran hukum internasional oleh Amerika Serikat dan Israel".
Perang tersebut telah memperketat ketegangan antara Iran dengan negara-negara tetangganya di Teluk, termasuk Arab Saudi dan UEA, yang juga merupakan anggota BRICS+. Riyadh sendiri belum secara resmi bergabung dengan blok ini.
Tanpa menyebut secara langsung nama UEA, Araghchi mengatakan dalam sebuah konferensi pers bahwa seorang anggota BRICS telah memblokir sebagian pernyataan India. Iran berulang kali menargetkan negara tetangganya di Teluk tersebut sejak perang meletus pada 28 Februari, dan dilaporkan menyerang UEA lebih sering dibandingkan negara lain yang terlibat dalam konflik ini, termasuk Israel.
"Kami tidak punya masalah dengan negara tertentu itu, mereka bukan target kami dalam perang saat ini. Kami hanya menghantam pangkalan dan instalasi militer Amerika, yang sayangnya berada di wilayah mereka," ujar Araghchi.