Kemenhaj Siapkan Skema Makanan Siap Santap Menjelang Hingga Pasca Puncak Haji
Lusi mahgriefie
Rabu, 20 Mei 2026 - 07:05 WIB
Foto: dok. Kemenhaj
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan layanan konsumsi bagi jamaah haji Indonesia jelang fase puncak haji atau Armuzna disiapkan secara optimal. Penguatan layanan ini dilakukan untuk menjaga stamina, kesehatan, dan kenyamanan jemaah selama menjalani rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Pemerintah menyiapkan skema katering ready to eat atau makanan siap santap untuk mendukung layanan konsumsi jelang, selama, hingga pasca puncak haji.
Skema ini dipilih dengan mempertimbangkan kecepatan distribusi, kemudahan konsumsi bagi jemaah, daya tahan makanan di tengah mobilitas tinggi, serta pemenuhan standar gizi, kebersihan, dan keamanan pangan.
"Makanan siap santap ini disiapkan dengan cita rasa nusantara agar lebih sesuai dengan selera jemaah Indonesia. Selain aman dan higienis, kami ingin makanan yang diterima jemaah juga familiar dan nyaman dikonsumsi," jelas Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaff dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (20/5/2026).
Baca juga:Amalan Khusus dari Gus Kafa untuk Jamaah Haji, Baca Shalawat 1.000 Kali Sehari
Selama fase Armuzna, jemaah haji Indonesia akan memperoleh total 15 porsi makanan dengan cita rasa nusantara yang disediakan oleh pihak syarikah. Selain itu, disiapkan enam porsi makanan pada fase pra-Armuzna pada 7 dan 8 Dzulhijjah, serta pasca-Armuzna pada 13 Dzulhijjah, atau bertepatan dengan 24, 25, dan 30 Mei 2026.
Maria menambahkan, operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M hingga hari ke-28 berjalan baik dengan pendampingan petugas di seluruh titik layanan.
Pemerintah menyiapkan skema katering ready to eat atau makanan siap santap untuk mendukung layanan konsumsi jelang, selama, hingga pasca puncak haji.
Skema ini dipilih dengan mempertimbangkan kecepatan distribusi, kemudahan konsumsi bagi jemaah, daya tahan makanan di tengah mobilitas tinggi, serta pemenuhan standar gizi, kebersihan, dan keamanan pangan.
"Makanan siap santap ini disiapkan dengan cita rasa nusantara agar lebih sesuai dengan selera jemaah Indonesia. Selain aman dan higienis, kami ingin makanan yang diterima jemaah juga familiar dan nyaman dikonsumsi," jelas Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaff dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (20/5/2026).
Baca juga:Amalan Khusus dari Gus Kafa untuk Jamaah Haji, Baca Shalawat 1.000 Kali Sehari
Selama fase Armuzna, jemaah haji Indonesia akan memperoleh total 15 porsi makanan dengan cita rasa nusantara yang disediakan oleh pihak syarikah. Selain itu, disiapkan enam porsi makanan pada fase pra-Armuzna pada 7 dan 8 Dzulhijjah, serta pasca-Armuzna pada 13 Dzulhijjah, atau bertepatan dengan 24, 25, dan 30 Mei 2026.
Maria menambahkan, operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M hingga hari ke-28 berjalan baik dengan pendampingan petugas di seluruh titik layanan.