Operasional pemulangan jamaah haji Debarkasi Jakarta musim haji 1447 H/2026 M resmi dimulai. Kloter JKG-01 asal Jakarta Timur tiba di Tanah Air pada Senin (1/6/2026) malam, melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang.
Seiring berakhirnya rangkaian ibadah haji, proses kepulangan jamaah haji Indonesia ke Tanah Air mulai dilakukan. Kepulangan perdana jamaah berlangsung di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Minggu (31/5) malam, dilepas oleh Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf.
Beredar kabar bahwa sejumlah jamaah haji asal Bangkalan yang tergabung dalam kelompok terbang SUB-72 tidak mendapatkan makanan saat berada di Mina. Terkait hal itu, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memberi penjelasan.
Fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) telah tuntas. Seluruh jamaah haji Indonesia yang mengambil Nafar Tsani telah meninggalkan Mina dan kembali ke hotel masing-masing di Makkah.
Pengelolaan pembayaran dam jamaah haji Indonesia tahun ini, menjadi salah satu catatan penting dalam sejarah penyelenggaraan ibadah haji. Pembayaran dam yang semakin tertib, resmi, dan transparan mendapat apresiasi dari Kementerian Haji Arab Saudi.
Kemenhaj memastikan layanan konsumsi bagi jamaah haji Indonesia jelang fase puncak haji atau Armuzna disiapkan secara optimal. Skema katering ready to eat atau makanan siap santap pun diberlakukan menjelang, selama hingga pasca puncak haji.
Setiap jamaah menerima bantuan sebesar 2.000 riyal atau sekitar Rp9,2 juta, sebagai bukti bahwa pahala dan keberkahan wakaf terus hidup serta memberi manfaat dari generasi ke generasi.
Seluruh jamaah haji Indonesia diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran hantavirus, terutama bagi jemaah yang memiliki riwayat penyakit paru-paru.
Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI Maman Imanul Haq menegaskan bahwa pengawasan pelayanan haji tahun ini akan difokuskan pada perlindungan terhadap tiga golongan jamaah.
Kota Madinah resmi menuntaskan fase pelayanan jemaah haji reguler gelombang pertama, setelah tiga kelompok terbang (kloter) terakhir diberangkatkan menuju Makkah pada Jumat (15/5) pagi.
Jamaah haji asal Aceh Tamiang, Hartati Musirun Mukmin menangis saat menceritakan musibah banjir bandang yang menghancurkan rumahnya. Namun ia bersyukur diberi rezeki untuk bisa menunaikan ibadah haji.
Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaf, menegaskan bahwa kondisi fisik yang prima sangat menentukan kelancaran jamaah dalam menjalani seluruh rangkaian ibadah haji
Menurut dr. A. Yasmin Syauki, kondisi kekurangan cairan tubuh dapat dikenali dari beberapa gejala awal seperti tubuh terasa lemah hingga perubahan warna urine menjadi lebih pekat.