LANGIT7.ID-, Jakarta - - Seluruh
jamaah haji Indonesia diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran
Hantavirus, terutama bagi jemaah yang memiliki riwayat penyakit paru-paru.
Hal itu disampaikan anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI, Eem Marhamah Zulfa Hiz dalam keterangannya, dikutip Senin (18/5/2026).
Eem menegaskan bahwa kesehatan fisik menjadi modal utama dalam menjalankan ibadah haji agar seluruh rangkaian ibadah dapat dilaksanakan dengan tenang dan khusyuk.
"Jamaah haji hari ini harus lebih waspada karena ada Hantavirus, terutama yang punya penyakit paru-paru. Oleh karena itu, kesehatan menjadi yang utama agar ibadah haji bisa berjalan dengan baik dan mabrur," imbuhnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dan menggunakan masker di tempat umum sebagai langkah antisipasi, meskipun menurutnya penyebaran Hantavirus tidak seganas COVID-19.
Baca juga: Hantavirus di Indonesia Bukan Hal Baru Namun Sering Tidak Terlihat"Yang paling utama adalah menjaga imunitas tubuh. Karena ibadah haji membutuhkan kesiapan fisik dan mental. Ada tawaf, aktivitas berjalan jauh, dan berbagai rangkaian ibadah lain yang membutuhkan tenaga," katanya.
Terkait jamaah yang sedang sakit dan dirawat di Madinah, Eem mengatakan tim kesehatan dan KKHI akan berupaya memberikan perawatan intensif agar kondisi jemaah segera pulih dan dapat melanjutkan perjalanan ke Makkah.
"Sebisanya dirawat secara intensif, mulai dari obat-obatan, dukungan psikologis, hingga doa. Yang paling utama tetap kondisi badan harus sehat," ujarnya.
Menurutnya, para jemaah masih memiliki waktu untuk mempersiapkan kondisi tubuh sebelum puncak ibadah haji dimulai pada 9 Zulhijah atau sekira 26 Mei mendatang.
Baca juga: Waspada Hantavirus, Dosen FKK ITS Ajak Kenali Ancaman dan Gejalanya"Sekarang harus mulai jaga kesehatan, jaga imun, makan makanan sehat, dan menjaga kebugaran agar ketika puncak haji nanti bisa optimal tanpa terganggu masalah kesehatan," tutupnya.
(lsi)