Swiatek dan Si Cantik Rybakina Tampil Garang Hingga Menang Mudah di Babak Awal Roland Garros
Sururi al faruq
Senin, 25 Mei 2026 - 22:59 WIB
Swiatek dan Si Cantik Rybakina Tampil Garang Hingga Menang Mudah di Babak Awal Roland Garros
LANGIT7.ID-Paris; Unggulan ke-3 Iga Swiatek memulai kampanye Roland Garros 2026 dengan cepat, mengalahkan penerima wild card timbal balik Emerson Jones 6-1, 6-2 dalam waktu tepat satu jam. Setelahnya di Lapangan Philippe-Chatrier, unggulan ke-2 si cantik Elena Rybakina hanya membutuhkan waktu 15 menit lebih lama untuk menaklukkan Veronika Erjavec dengan skor 6-2, 6-2.
Ada jurang pengalaman yang lebar antara Jones dan Swiatek. Jones (17 tahun) memainkan pertandingan profesional pertama di lapangan tanah liat dalam kariernya, di level mana pun. Pemain peringkat ke-136 asal Australia itu sebelumnya hanya pernah bertanding di permukaan ini di level junior, mencapai semifinal turnamen putri tahun lalu, serta berkompetisi di turnamen ITF Jepang di lapangan keras sebelum Roland Garros.
Sebaliknya, Swiatek adalah figur dominan di generasinya di atas tanah liat (terre battue), dengan 10 gelar di lapangan tanah liat—termasuk empat di Roland Garros. Rekornya di level tur di permukaan ini kini menjadi 107-18. Ia akan mendapat kesempatan untuk memperpanjang rekor tersebut melawan juara Abu Dhabi, Sara Bejlek, yang pada hari Minggu mengalahkan pemain kualifikasi (sekaligus finalis 2018) Sloane Stephens 6-3, 6-2.
Berikut angka-angka kunci di balik kemenangan Swiatek dan si cantik Rybakina:
17: Swiatek langsung menunjukkan dominasinya sejak awal, merebut delapan poin pertama—termasuk sebuah break dengan skor 40-0 yang menampilkan tiga pukulan winner bersih. Secara total, ia mencatatkan 17 winner, termasuk pukulan forehand putaran akhir di match point kedua.
5: Jones hanya mencatat lima winner sepanjang pertandingan, termasuk satu net cord mati. Namun, ia cukup memanfaatkan peluang dari winner tersebut. Swiatek melakukan dua servis yang buruk dengan banyak kesalahan: satu kali saat unggul 2-0 di set pertama, dan lagi saat unggul 3-0 di set kedua. Jones berhasil melakukan break dengan winner bersih pada kedua kesempatan itu.
7: Dalam kedua situasi tersebut, Swiatek langsung merespons dengan meninggikan permainannya melebihi jangkauan Jones. Di set pertama, Swiatek melewati perjuangan deuce lainnya untuk break menjadi 3-1—awal dari rentetan tujuh game beruntun yang membawanya unggul 3-0 di set kedua. Empat dari tujuh game tersebut dimenangkan dengan skor 40-0 (to love). Di set kedua, Jones akhirnya berhasil mempertahankan servis untuk memangkas ketertinggalan menjadi 3-2—namun kemudian tidak bisa mencapai game point lagi, karena Swiatek menutup pertandingan dengan tiga game beruntun.
Ada jurang pengalaman yang lebar antara Jones dan Swiatek. Jones (17 tahun) memainkan pertandingan profesional pertama di lapangan tanah liat dalam kariernya, di level mana pun. Pemain peringkat ke-136 asal Australia itu sebelumnya hanya pernah bertanding di permukaan ini di level junior, mencapai semifinal turnamen putri tahun lalu, serta berkompetisi di turnamen ITF Jepang di lapangan keras sebelum Roland Garros.
Sebaliknya, Swiatek adalah figur dominan di generasinya di atas tanah liat (terre battue), dengan 10 gelar di lapangan tanah liat—termasuk empat di Roland Garros. Rekornya di level tur di permukaan ini kini menjadi 107-18. Ia akan mendapat kesempatan untuk memperpanjang rekor tersebut melawan juara Abu Dhabi, Sara Bejlek, yang pada hari Minggu mengalahkan pemain kualifikasi (sekaligus finalis 2018) Sloane Stephens 6-3, 6-2.
Berikut angka-angka kunci di balik kemenangan Swiatek dan si cantik Rybakina:
17: Swiatek langsung menunjukkan dominasinya sejak awal, merebut delapan poin pertama—termasuk sebuah break dengan skor 40-0 yang menampilkan tiga pukulan winner bersih. Secara total, ia mencatatkan 17 winner, termasuk pukulan forehand putaran akhir di match point kedua.
5: Jones hanya mencatat lima winner sepanjang pertandingan, termasuk satu net cord mati. Namun, ia cukup memanfaatkan peluang dari winner tersebut. Swiatek melakukan dua servis yang buruk dengan banyak kesalahan: satu kali saat unggul 2-0 di set pertama, dan lagi saat unggul 3-0 di set kedua. Jones berhasil melakukan break dengan winner bersih pada kedua kesempatan itu.
7: Dalam kedua situasi tersebut, Swiatek langsung merespons dengan meninggikan permainannya melebihi jangkauan Jones. Di set pertama, Swiatek melewati perjuangan deuce lainnya untuk break menjadi 3-1—awal dari rentetan tujuh game beruntun yang membawanya unggul 3-0 di set kedua. Empat dari tujuh game tersebut dimenangkan dengan skor 40-0 (to love). Di set kedua, Jones akhirnya berhasil mempertahankan servis untuk memangkas ketertinggalan menjadi 3-2—namun kemudian tidak bisa mencapai game point lagi, karena Swiatek menutup pertandingan dengan tiga game beruntun.