home edukasi & pesantren

FTUB Jadi Sorotan di Forum Internasional Filipina, Dorong Pendidikan Teknik Berbasis Masyarakat

Jum'at, 29 Mei 2026 - 09:48 WIB
FTUB Jadi Sorotan di Forum Internasional Filipina, Dorong Pendidikan Teknik Berbasis Masyarakat
LANGIT7.ID-Jakarta; Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FTUB) kembali menunjukkan kiprahnya di forum akademik internasional melalui partisipasi Dr.Eng. Ir. Indradi Wijatmiko, S.T., M.Eng.(Prac)., IPU., ASEAN Eng., sebagai Plenary Speaker pada kegiatan 1st International Multidisciplinary Research Colloquium 2026 yang diselenggarakan oleh Visayas State University, Filipina. Forum internasional tersebut dilaksanakan pada 21–22 Mei 2026 dan diikuti akademisi serta peneliti dari berbagai negara.

Kegiatan ini mengangkat tema “Synergy of Knowledge: Integrating Engineering, Sciences, and Education towards Sustainable Development” yang menyoroti pentingnya kolaborasi multidisiplin dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Forum tersebut menjadi ruang pertukaran gagasan dan pengalaman antar akademisi global terkait pengembangan pendidikan, riset, dan inovasi yang berdampak bagi masyarakat.

Indradi yang juga selaku Wakil Dekan Bidang Akademik FTUB membawakan materi berjudul “Synergy of Knowledge: Empowering Future Engineers through Community Engagement and Sustainable Development.” Melalui presentasinya, ia menekankan pentingnya transformasi pendidikan teknik agar tidak hanya berorientasi pada pembelajaran teoritis di ruang kelas, tetapi juga mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan.

“Tantangan keberlanjutan di Indonesia, seperti perubahan iklim, urbanisasi, krisis air, hingga degradasi lingkungan, tidak dapat diselesaikan hanya melalui satu disiplin ilmu. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara bidang teknik, sains, pendidikan, serta keterlibatan masyarakat dalam menciptakan solusi berkelanjutan”, tuturnya.

Dalam paparannya, Indradi turut memperkenalkan konsep Progressive Engineering Education Ecosystem, yaitu model pendidikan teknik berbasis pengalaman nyata (real-world learning experiences) yang diterapkan di FTUB. Model tersebut mendorong mahasiswa untuk terlibat langsung dalam penyelesaian persoalan masyarakat sejak semester awal melalui berbagai program berbasis komunitas.

Salah satu program yang dipaparkan adalah Student Community Engagement Camp (SCEC) dan kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) FTUB yang melibatkan mahasiswa dalam pendampingan desa, pemetaan lingkungan, sanitasi, hingga pengembangan infrastruktur sederhana. Program ini dirancang untuk membangun empati, kemampuan kolaborasi, kepemimpinan, dan kesadaran keberlanjutan mahasiswa sejak dini.

Selain itu, beliau juga menjelaskan implementasi community-based course dan capstone design yang mengintegrasikan penyelesaian masalah industri dan masyarakat ke dalam proses pembelajaran mahasiswa. Berbagai proyek yang dikembangkan mahasiswa meliputi sistem irigasi pintar, teknologi energi terbarukan, pemantauan lingkungan berbasis IoT, hingga optimalisasi infrastruktur berbasis BIM dan kecerdasan buatan.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya