Isu Rombongan Jamaah Asal Bangkalan Tak Dapat Makanan Selama di Mina, Ini Klarifikasi Kemenhaj
Lusi mahgriefie
Ahad, 31 Mei 2026 - 08:40 WIB
Ilustrasi: ist
Beredar kabar bahwa sejumlah jamaah haji asal Bangkalan yang tergabung dalam kelompok terbang SUB-72 tidak mendapatkan makanan saat berada di Mina. Terkait hal itu, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memberi penjelasan.
Melansir dari laman resmi Kemenhaj, Minggu (31/5/2026), berikut ini penjelasannya:
- Peristiwa tersebut terjadi pada hari pertama kedatangan jamaah di Mina pada Rabu, 27 Mei 2026. Berdasarkan hasil penelusuran di lapangan, ditemukan adanya ketidaksesuaian prosedur distribusi konsumsi antara pihak syarikah dan petugas pengawas konsumsi di Markaz 71.
- Makanan yang seharusnya diserahkan kepada petugas pengawas konsumsi untuk kemudian didistribusikan kepada jamaah, ternyata langsung diletakkan oleh pihak syarikah di area tengah gang tanpa pemberitahuan kepada petugas yang bertanggung jawab.
- Kondisi ini ditandai dengan tidak adanya dokumen tanda terima distribusi yang lazim digunakan sebagai bukti penyerahan makanan kepada pengawas konsumsi.
- Akibatnya, petugas mengalami kesulitan untuk memastikan rombongan mana yang telah menerima makanan dan rombongan mana yang belum.
Baca juga:Pencarian Jamaah Haji Indonesia Hilang di Makkah Libatkan Polisi hingga Penyisiran Rumah Sakit
Melansir dari laman resmi Kemenhaj, Minggu (31/5/2026), berikut ini penjelasannya:
- Peristiwa tersebut terjadi pada hari pertama kedatangan jamaah di Mina pada Rabu, 27 Mei 2026. Berdasarkan hasil penelusuran di lapangan, ditemukan adanya ketidaksesuaian prosedur distribusi konsumsi antara pihak syarikah dan petugas pengawas konsumsi di Markaz 71.
- Makanan yang seharusnya diserahkan kepada petugas pengawas konsumsi untuk kemudian didistribusikan kepada jamaah, ternyata langsung diletakkan oleh pihak syarikah di area tengah gang tanpa pemberitahuan kepada petugas yang bertanggung jawab.
- Kondisi ini ditandai dengan tidak adanya dokumen tanda terima distribusi yang lazim digunakan sebagai bukti penyerahan makanan kepada pengawas konsumsi.
- Akibatnya, petugas mengalami kesulitan untuk memastikan rombongan mana yang telah menerima makanan dan rombongan mana yang belum.
Baca juga:Pencarian Jamaah Haji Indonesia Hilang di Makkah Libatkan Polisi hingga Penyisiran Rumah Sakit