Film Indonesia tentang Trauma dan Identitas Berlaga di Shanghai Film Festival 2026
Esti setiyowati
Jum'at, 05 Juni 2026 - 15:54 WIB
Film Indonesia tentang Trauma dan Identitas Berlaga di Shanghai Film Festival 2026. Foto: Ist..
Film Indonesia berjudul "Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang" (RBMT) garapan sutradara Ismail Basbeth berhasil menembus ajang bergengsi Shanghai International Film Festival (SIFF) 2026.
Karya tersebut terpilih dalam tujuh kategori penghargaan, yakni Best Feature, Best Director, Best Actor, Best Actress, Best Screenplay, Best Cinematographer, serta Best Outstanding Artistic.
Baca juga: 5 Fakta Menarik Jumbo jadi Film Indonesia Terlaris Sepanjang Masa, Kalahkan KKN di Desa Penari, Masih Aja Dinyinyirin Netizen
Produser RBMT sekaligus CEO Matta Cinema Production, Nugroho Dewanto, menyampaikan rasa bangganya dapat mewakili Indonesia di salah satu festival film terbesar di dunia.
"Pencapaian ini merupakan kebanggaan sekaligus kehormatan bagi kami, bisa mewakili Indonesia dalam ajang festival film kelas dunia seperti SIFF," kata Produser film RBMT sekaligus CEO Matta Cinema Production Nugroho Dewanto dalam siaran tertulis, Jumat (5/6/2026).
SIFF 2026 akan berlangsung pada 12–21 Juni 2026 dan menjadi panggung pemutaran perdana dunia bagi film yang mengusung judul internasional My Own Last Supper. Sebelumnya, proyek film ini telah diperkenalkan kepada publik internasional dalam ajang Asian Content and Film Market (ACFM) di Busan International Film Festival pada 2025.
RBMT mengangkat kisah Encek, seorang pria tua keturunan Tionghoa yang hidup dengan trauma psikologis dan politik akibat identitas etnisnya. Melalui perjalanan tokoh tersebut, film ini berupaya menggambarkan pengalaman serta realitas kehidupan masyarakat Tionghoa di Indonesia.
Karya tersebut terpilih dalam tujuh kategori penghargaan, yakni Best Feature, Best Director, Best Actor, Best Actress, Best Screenplay, Best Cinematographer, serta Best Outstanding Artistic.
Baca juga: 5 Fakta Menarik Jumbo jadi Film Indonesia Terlaris Sepanjang Masa, Kalahkan KKN di Desa Penari, Masih Aja Dinyinyirin Netizen
Produser RBMT sekaligus CEO Matta Cinema Production, Nugroho Dewanto, menyampaikan rasa bangganya dapat mewakili Indonesia di salah satu festival film terbesar di dunia.
"Pencapaian ini merupakan kebanggaan sekaligus kehormatan bagi kami, bisa mewakili Indonesia dalam ajang festival film kelas dunia seperti SIFF," kata Produser film RBMT sekaligus CEO Matta Cinema Production Nugroho Dewanto dalam siaran tertulis, Jumat (5/6/2026).
SIFF 2026 akan berlangsung pada 12–21 Juni 2026 dan menjadi panggung pemutaran perdana dunia bagi film yang mengusung judul internasional My Own Last Supper. Sebelumnya, proyek film ini telah diperkenalkan kepada publik internasional dalam ajang Asian Content and Film Market (ACFM) di Busan International Film Festival pada 2025.
RBMT mengangkat kisah Encek, seorang pria tua keturunan Tionghoa yang hidup dengan trauma psikologis dan politik akibat identitas etnisnya. Melalui perjalanan tokoh tersebut, film ini berupaya menggambarkan pengalaman serta realitas kehidupan masyarakat Tionghoa di Indonesia.