Model Wakaf Arab Saudi Bisa Diadopsi, Terbukti Dapat Mendorong Pembangunan Berkelanjutan
Tim langit 7
Sabtu, 06 Juni 2026 - 21:12 WIB
Model Wakaf Arab Saudi Bisa Diadopsi, Terbukti Dapat Mendorong Pembangunan Berkelanjutan
LANGIT7.ID-Istanbul; Abdullah Saleh Kamel, Ketua Federasi Kamar Saudi sekaligus Presiden Kamar Dagang dan Pembangunan Islam, menyerukan agar pengalaman Arab Saudi dalam memberdayakan lembaga wakaf lebih banyak diadopsi. Ia menggambarkannya sebagai salah satu instrumen paling efektif untuk membangun kekayaan berkelanjutan dan mendukung pembangunan jangka panjang.
Berbicara pada pembukaan KTT Ekonomi Islam Global ke-3 di Istanbul, yang diselenggarakan oleh Forum AlBaraka untuk Ekonomi Islam dengan tema "Modal dalam Ekonomi Islam: Menata Kekayaan untuk Pembangunan Berkelanjutan", Kamel mengatakan negara-negara yang telah memperkuat wakaf melalui undang-undang dan kerangka regulasi, khususnya Arab Saudi, Turki, dan Malaysia, menawarkan model yang layak untuk ditiru.
Kamel, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Forum AlBaraka, menggambarkan peradaban Islam sebagai "peradaban wakaf", menyoroti peran historis wakaf dalam mendukung pendidikan, layanan kesehatan, kesejahteraan sosial, dan pembangunan ekonomi di seluruh dunia Muslim.
Ia mengajak para peserta untuk menggali potensi wakaf Islam dalam mengerahkan modal dan mengarahkannya ke investasi yang memiliki dampak sosial dan pembangunan yang berkelanjutan.
Menyinggung tantangan ekonomi global yang lebih luas, Kamel mengatakan model ekonomi Islam menawarkan harapan dalam mengatasi ketidakseimbangan struktural dalam sistem keuangan internasional.
Ia berargumen bahwa sistem ekonomi modern semakin memperlakukan modal sebagai alat yang hanya berfokus pada keuntungan pribadi, sering kali mengabaikan konsekuensi sosial, lingkungan, dan kemanusiaan.
Ia juga memperingatkan tentang meningkatnya konsentrasi kekayaan di kalangan segelintir populasi global dan meluasnya pengaruh perusahaan multinasional, khususnya perusahaan teknologi raksasa, yang menurutnya menghadirkan tantangan yang semakin besar bagi pemerintah dan masyarakat di seluruh dunia.
Berbicara pada pembukaan KTT Ekonomi Islam Global ke-3 di Istanbul, yang diselenggarakan oleh Forum AlBaraka untuk Ekonomi Islam dengan tema "Modal dalam Ekonomi Islam: Menata Kekayaan untuk Pembangunan Berkelanjutan", Kamel mengatakan negara-negara yang telah memperkuat wakaf melalui undang-undang dan kerangka regulasi, khususnya Arab Saudi, Turki, dan Malaysia, menawarkan model yang layak untuk ditiru.
Kamel, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Forum AlBaraka, menggambarkan peradaban Islam sebagai "peradaban wakaf", menyoroti peran historis wakaf dalam mendukung pendidikan, layanan kesehatan, kesejahteraan sosial, dan pembangunan ekonomi di seluruh dunia Muslim.
Ia mengajak para peserta untuk menggali potensi wakaf Islam dalam mengerahkan modal dan mengarahkannya ke investasi yang memiliki dampak sosial dan pembangunan yang berkelanjutan.
Menyinggung tantangan ekonomi global yang lebih luas, Kamel mengatakan model ekonomi Islam menawarkan harapan dalam mengatasi ketidakseimbangan struktural dalam sistem keuangan internasional.
Ia berargumen bahwa sistem ekonomi modern semakin memperlakukan modal sebagai alat yang hanya berfokus pada keuntungan pribadi, sering kali mengabaikan konsekuensi sosial, lingkungan, dan kemanusiaan.
Ia juga memperingatkan tentang meningkatnya konsentrasi kekayaan di kalangan segelintir populasi global dan meluasnya pengaruh perusahaan multinasional, khususnya perusahaan teknologi raksasa, yang menurutnya menghadirkan tantangan yang semakin besar bagi pemerintah dan masyarakat di seluruh dunia.