Guru Harus Berperan Lebih Sentral dalam Bangkitkan Motivasi dan Karakter Siswa
Ahmad zuhdi
Selasa, 19 Oktober 2021 - 17:35 WIB
Konferensi para praktisi pendidikan dunia yang digelar oleh EdHeroes Forum Asia: Indonesia Chapter, secara daring. (Foto: Istimewa)
Teknologi terkini telah dapat menggantikan peran guru dalam menyampaikan materi pembelajaran. Maka dari itu guru harus berperan lebih sentral dalam membangkitkan motivasi dan membangun karakter anak didiknya.
Hal ini mengemuka dalam konferensi para praktisi pendidikan dunia yang digelar oleh EdHeroes Forum Asia: Indonesia Chapter, secara daring, dikutip Senin (18/10). Dalam pertemuan daring itu, sebanyak 90 praktisi dunia beradu konsep mengenai paradigma pendidikan dunia pasca pandemi.
Baca juga:Gelar Vaksinasi di Banyak Pesantren, PBNU Apresiasi Kerja Polda Jateng
Dalam hal paradigma mengajar, para guru diminta tidak lagi berfokus pada transformasi materi, melainkan lebih kreatif membangunkan motivasi siswa. Co-founder LatihID, Muhammad Nabil Satria mengungkapkan, saat ini aplikasi pendidikan telah melakukan banyak hal.
Namun perangkat ini tak dapat sepenuhnya menggantikan pendidik manusia. Mesin tentu saja kurang memiliki kreativitas dan emosi yang itu memegang peran penting dalam memenuhi pendidikan yang layak bagi siswa.
"Saya percaya teknologi tidak menggantikan guru sepenuhnya. Ia hanya sarana untuk membantu pembelajaran," katanya.
Founder and CEO Global Moonshots in Education, Esther Wojcicki, meminta para guru sedunia mengubah mindset dan dengan demikian cara mereka mengajar juga harus diubah. "Kita perlu bergerak mendampingi siswa. Tak perlu menjadi super pintar, tapi harus bisa memotivasi," katanya.
Hal ini mengemuka dalam konferensi para praktisi pendidikan dunia yang digelar oleh EdHeroes Forum Asia: Indonesia Chapter, secara daring, dikutip Senin (18/10). Dalam pertemuan daring itu, sebanyak 90 praktisi dunia beradu konsep mengenai paradigma pendidikan dunia pasca pandemi.
Baca juga:Gelar Vaksinasi di Banyak Pesantren, PBNU Apresiasi Kerja Polda Jateng
Dalam hal paradigma mengajar, para guru diminta tidak lagi berfokus pada transformasi materi, melainkan lebih kreatif membangunkan motivasi siswa. Co-founder LatihID, Muhammad Nabil Satria mengungkapkan, saat ini aplikasi pendidikan telah melakukan banyak hal.
Namun perangkat ini tak dapat sepenuhnya menggantikan pendidik manusia. Mesin tentu saja kurang memiliki kreativitas dan emosi yang itu memegang peran penting dalam memenuhi pendidikan yang layak bagi siswa.
"Saya percaya teknologi tidak menggantikan guru sepenuhnya. Ia hanya sarana untuk membantu pembelajaran," katanya.
Founder and CEO Global Moonshots in Education, Esther Wojcicki, meminta para guru sedunia mengubah mindset dan dengan demikian cara mereka mengajar juga harus diubah. "Kita perlu bergerak mendampingi siswa. Tak perlu menjadi super pintar, tapi harus bisa memotivasi," katanya.