Taiwan Kejar Target Capai Masa Depan dengan Emisi Nol-Bersih
Mahmuda attar hussein
Selasa, 19 Oktober 2021 - 20:15 WIB
Menteri Chang Tzi-chin Kementerian Perlindungan Lingkungan Republic of China (Taiwan). Foto: istimewa
Panel Antar Pemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC), pada Agustus 2021 menyebutkan, aktivitas manusia telah meningkatkan pemanasan atmosfer, lautan, dan daratan. Secara keseluruhan, termasuk di antaranya kriosfer dan biosfer mengalami perubahan yang luas dan cepat.
Selain itu, beberapa peristiwa akibat perubahan cuaca ekstrem ini juga mengakibatkan berbagai kondisi yang tidak baik di berbagai negara.
Seperti badai musim dingin di negara bagian Texas, suhu hampir 50 derajat celcius di pantai barat Amerika Utara, hujan lebat di Eropa Barat dan Cina. Juga Taiwan yang mengalami kekeringan terburuk dalam lebih dari 50 tahun terakhir.
Baca juga: BMKG Peringatkan La Nina Picu Hujan Deras sekitar November-Februari
Menteri Perlindungan Lingkungan Republic of China (Taiwan), Chang Tzi-chin mengatakan, peristiwa cuaca ekstrem yang menantang seluruh dunia saat ini, membuat PBB menyerukan kepada seluruh negara untuk menerapkan Perjanjian Paris dan mengambil langkah yang lebih proaktif.
"Sebagai anggota komunitas internasional yang bertanggung jawab, Taiwan berusaha keras untuk berintegrasi dengan upaya global untuk mengurangi perubahan iklim," ujarnya dalam keterangan tertulis.
Ia juga menyebutkan, Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen menyerukan untuk mewujudkan emisi nol-bersih pada tahun 2050 sebagai bagian dari tujuan dunia, termasuk Taiwan.
Selain itu, beberapa peristiwa akibat perubahan cuaca ekstrem ini juga mengakibatkan berbagai kondisi yang tidak baik di berbagai negara.
Seperti badai musim dingin di negara bagian Texas, suhu hampir 50 derajat celcius di pantai barat Amerika Utara, hujan lebat di Eropa Barat dan Cina. Juga Taiwan yang mengalami kekeringan terburuk dalam lebih dari 50 tahun terakhir.
Baca juga: BMKG Peringatkan La Nina Picu Hujan Deras sekitar November-Februari
Menteri Perlindungan Lingkungan Republic of China (Taiwan), Chang Tzi-chin mengatakan, peristiwa cuaca ekstrem yang menantang seluruh dunia saat ini, membuat PBB menyerukan kepada seluruh negara untuk menerapkan Perjanjian Paris dan mengambil langkah yang lebih proaktif.
"Sebagai anggota komunitas internasional yang bertanggung jawab, Taiwan berusaha keras untuk berintegrasi dengan upaya global untuk mengurangi perubahan iklim," ujarnya dalam keterangan tertulis.
Ia juga menyebutkan, Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen menyerukan untuk mewujudkan emisi nol-bersih pada tahun 2050 sebagai bagian dari tujuan dunia, termasuk Taiwan.