Luthfi Bin Yahya, Habib NKRI yang Jaga Kesatuan Agama dan Negara
Mahmuda attar hussein
Kamis, 15 Juli 2021 - 09:30 WIB
Habib Luthfi Bin Yahya dalam berbagai kesempatan sering menggunakan atribut merah putih (foto: barometer)
Indonesia tanah airku, ini bukan sekadar lagu, tapi juga ikrar yang harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari. Hal terpenting untuk menimbulkan rasa memiliki Indonesia sebagai tanah air.
Demikian disampaikan olehHabib Luthfi bin Yahya pada Hari Kesaktian Pancasila, Pekalongan, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.
Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya atau yang lebih sering disapa Habib Luthfi bin Yahya, adalah seorang Ulama Nahdlatul Ulama (NU) yang konsisten dalam ceramahnya selalu menggaungkan soal persatuan dan kesatuan NKRI.
Sebuah gagasan dakwah yang sejalan dengan konsep “Agama tidak mungkin tegak tanpa negara.” Di mana nilai keagamaan dan sifat yang ada dalam nasionalisme dapat terwujud lewat negara atau pemerintahan.
Materi dakwah yangup to dateseiring permasalahan yang ada dengan urusan kenegaraan, membuat pria yang juga mencintai musik klasik ini mampu memberikan jawaban dari setiap urusan di tanah air.
Saking konsistennya berdakwah dalam urusan persatuan dan kesatuan NKRI, ulama kharismatik yang pembawaannya tenang dalam setiap ceramah ini, mendapatkan gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Negeri Semarang (Unnes) pada akhir tahun lalu.
Negara dalam pandangan Islam yang merupakan perwujudan dari moral, etika, keadilan dan kesejahteraan, membuat perkawinan antara Islam dan negara tidak bisa dipisahkan. Keterkaitan keduanya menjadikan Islam yang memiliki tujuan mengatur kehidupan sosial masyarakat dan negara membutuhkan Islam sebagai panduan moral.
Demikian disampaikan olehHabib Luthfi bin Yahya pada Hari Kesaktian Pancasila, Pekalongan, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.
Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya atau yang lebih sering disapa Habib Luthfi bin Yahya, adalah seorang Ulama Nahdlatul Ulama (NU) yang konsisten dalam ceramahnya selalu menggaungkan soal persatuan dan kesatuan NKRI.
Sebuah gagasan dakwah yang sejalan dengan konsep “Agama tidak mungkin tegak tanpa negara.” Di mana nilai keagamaan dan sifat yang ada dalam nasionalisme dapat terwujud lewat negara atau pemerintahan.
Materi dakwah yangup to dateseiring permasalahan yang ada dengan urusan kenegaraan, membuat pria yang juga mencintai musik klasik ini mampu memberikan jawaban dari setiap urusan di tanah air.
Saking konsistennya berdakwah dalam urusan persatuan dan kesatuan NKRI, ulama kharismatik yang pembawaannya tenang dalam setiap ceramah ini, mendapatkan gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Negeri Semarang (Unnes) pada akhir tahun lalu.
Negara dalam pandangan Islam yang merupakan perwujudan dari moral, etika, keadilan dan kesejahteraan, membuat perkawinan antara Islam dan negara tidak bisa dipisahkan. Keterkaitan keduanya menjadikan Islam yang memiliki tujuan mengatur kehidupan sosial masyarakat dan negara membutuhkan Islam sebagai panduan moral.