home global news

Rupiah Menguat 114 Poin ke Rp17.944 per Dolar AS, Efek Kenaikan Suku Bunga BI Mulai Terasa

Rabu, 10 Juni 2026 - 15:23 WIB
Rupiah Menguat 114 Poin ke Rp17.944 per Dolar AS, Efek Kenaikan Suku Bunga BI Mulai Terasa
LANGIT7.ID-Jakarta; Nilai tukar rupiah berhasil menguat pada perdagangan Rabu (10/6/2026) di tengah meningkatnya ketidakpastian global akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. Mata uang Indonesia ditutup menguat 114 poin ke level Rp17.944 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp18.058 per dolar AS.

Sepanjang sesi perdagangan, rupiah bahkan sempat menguat hingga 120 poin sebelum akhirnya menetap di level tersebut pada penutupan pasar. Penguatan ini menjadi sinyal positif setelah sebelumnya rupiah beberapa kali tertekan hingga mencetak rekor terendah terhadap dolar AS.

Sentimen positif terhadap rupiah terutama datang dari kebijakan domestik yang dinilai mampu meningkatkan kepercayaan investor terhadap aset keuangan Indonesia. Pelaku pasar menyambut baik keputusan Bank Indonesia yang menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,5 persen pada Selasa.

Kenaikan suku bunga tersebut dipandang sebagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan eksternal yang masih tinggi. Selain menopang kurs, kebijakan tersebut juga dinilai mendukung daya tarik instrumen surat utang pemerintah.

Kondisi tersebut turut membantu pemerintah dalam pelaksanaan lelang obligasi negara bertenor 10 tahun dengan tingkat imbal hasil sekitar 7,4 persen. Tingkat bunga yang lebih kompetitif diharapkan mampu menarik kembali minat investor asing maupun domestik untuk berpartisipasi dalam lelang Surat Utang Negara (SUN).

Dari sisi domestik, sentimen positif lainnya datang dari komitmen Danantara dalam pengelolaan ekspor komoditas strategis. Kepercayaan pasar semakin menguat setelah dana kekayaan negara tersebut memastikan tidak akan mengambil margin keuntungan atas ekspor komoditas strategis serta tetap menghormati kontrak-kontrak yang telah berjalan.

Kehadiran PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sebagai pintu tunggal ekspor komoditas strategis juga diproyeksikan mampu memperkuat tata kelola, meningkatkan kepastian hukum, serta mengoptimalkan penerimaan negara tanpa mengganggu aktivitas eksportir. Langkah tersebut dinilai dapat membantu meredam volatilitas ekonomi melalui pendekatan yang lebih transparan.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya