Setelah 10 Bulan Belajar Bahasa Indonesia, Mahasiswa KNB UB Rayakan Kelulusan di Bromo
Dwi sasongko
Rabu, 10 Juni 2026 - 17:06 WIB
Setelah 10 Bulan Belajar Bahasa Indonesia, Mahasiswa KNB UB Rayakan Kelulusan di Bromo
LANGIT7.ID-Jakarta; Menyaksikan matahari terbit dari balik pegunungan, merasakan dinginnya udara pegunungan Tengger, serta menyaksikan langsung salah satu destinasi wisata paling ikonik di Indonesia menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa internasional peserta Program Kemitraan Negara Berkembang (KNB) Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya (FIB UB). Melalui kegiatan outing ke Gunung Bromo pada Jumat–Sabtu (5–6/6/2026), para mahasiswa KNB menutup rangkaian pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) yang telah mereka jalani selama hampir sepuluh bulan.
Kegiatan yang diikuti lima mahasiswa penerima beasiswa KNB tersebut didampingi oleh Ketua Program KNB FIB UB, Dr. Nia Budiana, M.Pd., dosen pendamping, Faridah Suciyatmi, M.Pd., serta seorang tutor pendamping, M. Rafli. Outing ke Bromo menjadi kegiatan lapangan terakhir setelah para mahasiswa menyelesaikan Ujian Akhir Semester, sekaligus menjadi penutup serangkaian program pengenalan bahasa dan budaya Indonesia yang telah mereka ikuti sejak kedatangan mereka di UB.
Program Kemitraan Negara Berkembang (KNB) merupakan program beasiswa yang diberikan oleh Pemerintah Indonesia kepada mahasiswa dari berbagai negara berkembang. Selain menempuh pendidikan pada jenjang akademik yang dituju, para penerima beasiswa terlebih dahulu mengikuti program BIPA untuk memperkuat kemampuan berbahasa Indonesia sekaligus memahami budaya dan kehidupan masyarakat Indonesia.
Berbeda dengan pembelajaran bahasa yang hanya berlangsung di ruang kelas, Program BIPA FIB UB menerapkan pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman. Para mahasiswa internasional diajak berinteraksi langsung dengan masyarakat, mengunjungi situs budaya, mengenal tradisi lokal, hingga merasakan kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.
Selama mengikuti program BIPA, para mahasiswa telah menjalani berbagai kegiatan outing yang dirancang untuk mempertemukan pembelajaran bahasa dengan pengalaman budaya secara langsung. Perjalanan dimulai dengan kunjungan ke berbagai landmark Kota Malang pada September 2025, dilanjutkan dengan kunjungan ke Museum Ganesya dan Hawai Waterpark pada Oktober. Pada bulan November, mereka diajak mengenal sejarah melalui kunjungan ke Candi Singosari dan Sumberawan, kemudian melanjutkan eksplorasi budaya ke Situs Patirtaan Ngawonggo pada Desember.
Memasuki tahun 2026, para mahasiswa juga berkesempatan mengenal kesenian tradisional melalui kunjungan ke Sanggar Panji Asmoro dan pertunjukan Topeng Malangan. Selain itu, mereka turut merasakan suasana Ramadan di Indonesia melalui kegiatan buka puasa bersama sebelum akhirnya menutup rangkaian outing dengan perjalanan ke Gunung Bromo pada Juni 2026.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya mempraktikkan kemampuan berbahasa Indonesia, tetapi juga memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai sejarah, budaya, nilai-nilai sosial, serta keberagaman masyarakat Indonesia.
Kegiatan yang diikuti lima mahasiswa penerima beasiswa KNB tersebut didampingi oleh Ketua Program KNB FIB UB, Dr. Nia Budiana, M.Pd., dosen pendamping, Faridah Suciyatmi, M.Pd., serta seorang tutor pendamping, M. Rafli. Outing ke Bromo menjadi kegiatan lapangan terakhir setelah para mahasiswa menyelesaikan Ujian Akhir Semester, sekaligus menjadi penutup serangkaian program pengenalan bahasa dan budaya Indonesia yang telah mereka ikuti sejak kedatangan mereka di UB.
Program Kemitraan Negara Berkembang (KNB) merupakan program beasiswa yang diberikan oleh Pemerintah Indonesia kepada mahasiswa dari berbagai negara berkembang. Selain menempuh pendidikan pada jenjang akademik yang dituju, para penerima beasiswa terlebih dahulu mengikuti program BIPA untuk memperkuat kemampuan berbahasa Indonesia sekaligus memahami budaya dan kehidupan masyarakat Indonesia.
Berbeda dengan pembelajaran bahasa yang hanya berlangsung di ruang kelas, Program BIPA FIB UB menerapkan pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman. Para mahasiswa internasional diajak berinteraksi langsung dengan masyarakat, mengunjungi situs budaya, mengenal tradisi lokal, hingga merasakan kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.
Selama mengikuti program BIPA, para mahasiswa telah menjalani berbagai kegiatan outing yang dirancang untuk mempertemukan pembelajaran bahasa dengan pengalaman budaya secara langsung. Perjalanan dimulai dengan kunjungan ke berbagai landmark Kota Malang pada September 2025, dilanjutkan dengan kunjungan ke Museum Ganesya dan Hawai Waterpark pada Oktober. Pada bulan November, mereka diajak mengenal sejarah melalui kunjungan ke Candi Singosari dan Sumberawan, kemudian melanjutkan eksplorasi budaya ke Situs Patirtaan Ngawonggo pada Desember.
Memasuki tahun 2026, para mahasiswa juga berkesempatan mengenal kesenian tradisional melalui kunjungan ke Sanggar Panji Asmoro dan pertunjukan Topeng Malangan. Selain itu, mereka turut merasakan suasana Ramadan di Indonesia melalui kegiatan buka puasa bersama sebelum akhirnya menutup rangkaian outing dengan perjalanan ke Gunung Bromo pada Juni 2026.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya mempraktikkan kemampuan berbahasa Indonesia, tetapi juga memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai sejarah, budaya, nilai-nilai sosial, serta keberagaman masyarakat Indonesia.