Tren Selebrasi Sujud Syukur di Piala Dunia, Ilmuwan Ungkap Dampaknya bagi Kesehatan Otak
Esti setiyowati
Kamis, 18 Juni 2026 - 14:42 WIB
Tren Selebrasi Sujud Syukur di Piala Dunia, Ilmuwan Ungkap Dampaknya bagi Kesehatan Otak. Foto: X
Piala Dunia 2026 tidak hanya menghadirkan gol-gol spektakuler dan kejutan di lapangan hijau. Turnamen sepak bola terbesar di dunia itu juga memperlihatkan salah satu selebrasi paling ikonik yang dilakukan para pemain muslim, yakni sujud syukur usai mencetak gol atau meraih pencapaian bersejarah.
Momen tersebut menjadi sorotan publik dunia karena menunjukkan bagaimana para pemain mengekspresikan rasa syukur di tengah panggung olahraga paling bergengsi.
Baca juga:Sujud Syukur di Piala Dunia 2026, Momen Pemain Yordania Usai Cetak Gol Bersejarah Jadi Sorotan
Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah gelandang muda Swedia, Yasin Ayari. Saat menghadapi Tunisia, Ayari sukses mencetak gol indah dari luar kotak penalti.
Alih-alih berlari dan meluapkan emosi, pemain keturunan Tunisia itu mengangkat kedua tangannya seolah meminta maaf sebelum melakukan sujud syukur di atas rumput stadion.
Gestur tersebut memiliki makna mendalam. Ayari mencetak gol ke gawang Tunisia, negara asal ayahnya dan tim nasional yang sebenarnya juga bisa ia bela di level internasional. Selebrasi sederhana itu kemudian viral dan menjadi perbincangan luas di berbagai negara.
Momen serupa juga terjadi saat Timnas Yordania mencatat sejarah di Piala Dunia 2026. Penyerang Ali Olwan menjadi pemain Yordania pertama yang berhasil mencetak gol di putaran final Piala Dunia.
Momen tersebut menjadi sorotan publik dunia karena menunjukkan bagaimana para pemain mengekspresikan rasa syukur di tengah panggung olahraga paling bergengsi.
Baca juga:Sujud Syukur di Piala Dunia 2026, Momen Pemain Yordania Usai Cetak Gol Bersejarah Jadi Sorotan
Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah gelandang muda Swedia, Yasin Ayari. Saat menghadapi Tunisia, Ayari sukses mencetak gol indah dari luar kotak penalti.
Alih-alih berlari dan meluapkan emosi, pemain keturunan Tunisia itu mengangkat kedua tangannya seolah meminta maaf sebelum melakukan sujud syukur di atas rumput stadion.
Gestur tersebut memiliki makna mendalam. Ayari mencetak gol ke gawang Tunisia, negara asal ayahnya dan tim nasional yang sebenarnya juga bisa ia bela di level internasional. Selebrasi sederhana itu kemudian viral dan menjadi perbincangan luas di berbagai negara.
Momen serupa juga terjadi saat Timnas Yordania mencatat sejarah di Piala Dunia 2026. Penyerang Ali Olwan menjadi pemain Yordania pertama yang berhasil mencetak gol di putaran final Piala Dunia.