home edukasi & pesantren

Tambah Lima Profesor Baru, ITS Perkuat Tonggak Kemajuan Bangsa

Ahad, 21 Juni 2026 - 11:18 WIB
Penyampaian orasi ilmiah oleh (dari kiri) Prof Ir Maria Anityasari ST ME PhD IPU ASEAN Eng, Prof Dr Eng Ir Trika Pitana ST MSc IPU, dan Prof Dr Eng Muhammad Badrus Zaman ST MT. (Dok: Humas ITS)
LANGIT7.ID-Surabaya;Menjadi bukti pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, Institusi Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali mengukuhkan lima profesor baru dalam Sidang Terbuka Dewan Profesor, Kamis (18/6). Dikukuhkannya kelima guru besar yang berlangsung di Auditorium Research Center ITS tersebut sebagai langkah ITS dalam menciptakan ekosistem akademik yang berkualitas.

Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MScEng PhD itu menilai, meski dengan ranting keilmuan yang beragam, apa yang dikerjakan oleh kelimanya sama-sama memikirkan kemajuan bangsa. “Karena setiap inovasinya berangkat dari pertanyaan bagaimana agar Indonesia lebih aman, maju, berkelanjutan, dan lebih siap dalam menghadapi perubahan,” tutur Bambang dalam sambutannya, dikutip Minggu (21/6/2026).

Prosesi pengukuhan guru besar dilanjutkan dengan penyampaian orasi ilmiah oleh para profesor baru tersebut. Diawali dari Guru Besar ke-242 ITS Prof Ir Maria Anityasari ST ME PhD IPU ASEAN Eng yang memaparkan orasi ilmiahnya berjudul Membangun Masa Depan Melalui Manufaktur Berkelanjutan.

Menurut dosen Departemen Teknik Sistem dan Industri ITS ini, dibandingkan dengan manufaktur hijau, pendekatan dengan sustainable manufacturing jauh lebih berdampak positif dalam konsep keberlanjutan. “Berfokus pada siklus perputaran ekosistem produksi yang dapat mengurangi konsumsi sumber daya dan memberikan kehidupan kedua, ketiga, dan seterusnya pada produk,” jelas perempuan asal Malang itu.

Selanjutnya, penyampaian orasi ilmiah oleh Prof Dr Eng Ir Trika Pitana ST MSc IPU dari Departemen Teknik Sistem Perkapalan ITS. Dalam penelitiannya, ia mengembangkan desain keselamatan operasional sistem pada kapal dengan judul Rekayasa Keselamatan Operasional Sistem Perkapalan sebagai Pilar Keberlanjutan Industri Maritim Nasional.

Ia merancang confined space yang terintegrasi dengan sistem pemadam kebakaran guna melokalisasi asap dan menurunkan temperatur saat terjadi insiden di atas kapal. “Dengan demikian, temperatur dan laju panas yang dilepaskan mobil ikut turun dan mengurangi risiko kebakaran yang lebih parah,” terang Guru Besar ke-243 ITS itu.

Dilanjutkan, Guru Besar ke-244 ITS Prof Dr Eng Muhammad Badrus Zaman ST MT yang menyampaikan orasi ilmiah dengan judul Sistem Keselamatan Navigasi Kapal sebagai Pilar untuk Memperkuat Poros Maritim Nasional dan Global. Inovasinya berupa sistem Automatic Identification System (AIS) yang diimplementasikan bersama model M-Shel untuk menganalisis kepadatan lalu lintas kapal. “Hal ini akan meningkatkan keselamatan maritim dan mengurangi jumlah kecelakaan kapal yang selama ini terjadi,” pungkasnya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya