Hormati Bendera Arab Saudi dan Irak, FIFA Ubah Protokol Seremoni Piala Dunia
Esti setiyowati
Rabu, 24 Juni 2026 - 12:23 WIB
Hormati Bendera Arab Saudi dan Irak, FIFA Ubah Protokol Seremoni Piala Dunia. Foto: Ist
FIFA memastikan bahwabendera Arab Saudi dan Irak tidak akan lagi diletakkan di atas tanah selama rangkaian seremoni sebelum pertandingan Piala Dunia 2026. Hal itu dilakukan sebagai penghormatan terhadap kalimat tauhid yang tercantum pada kedua bendera tersebut.
Dalam pertandingan Piala Dunia yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, FIFA memperkenalkan format seremoni baru yang menampilkan bendera raksasa kedua tim yang dibentangkan di masing-masing sisi lapangan sebelum laga dimulai. Biasanya, bendera-bendera tersebut dibentangkan dan diletakkan di atas permukaan lapangan saat para pemain berbaris di dekat lingkaran tengah untuk menyanyikan lagu kebangsaan.
Baca juga: Bendera Offside yang Tertunda Bisa Segera Jadi Sejarah? FIFA Perkenalkan Teknisi Offside Baru untuk Piala Dunia
Namun, ketika Arab Saudi dan Irak bertanding, FIFA menerapkan prosedur berbeda. Bendera kedua negara tetap dibentangkan tetapi dipegang di atas permukaan tanah, sehingga seremoni pra-pertandingan dapat berlangsung tanpa mengabaikan sensitivitas keagamaan yang melekat pada simbol nasional tersebut.
“Sebagai bagian dari penyempurnaan upacara pembukaan Piala Dunia FIFA 2026, FIFA memperkenalkan presentasi baru yang lebih berorientasi kepada penggemar,” kata juru bicara FIFA, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (24/6/2026).
“Dalam pelaksanaan seremoni tersebut, FIFA bekerja sama secara erat dengan tim-tim peserta untuk mengakomodasi permintaan yang wajar terkait penyajian dan tata acara.” lanjutnya.
Seperti diketahui, bendera Arab Saudi memuat kalimat Syahadat, yaitu deklarasi keimanan dalam Islam yang berbunyi, “Tiada Tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah utusan Allah.”
Dalam pertandingan Piala Dunia yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, FIFA memperkenalkan format seremoni baru yang menampilkan bendera raksasa kedua tim yang dibentangkan di masing-masing sisi lapangan sebelum laga dimulai. Biasanya, bendera-bendera tersebut dibentangkan dan diletakkan di atas permukaan lapangan saat para pemain berbaris di dekat lingkaran tengah untuk menyanyikan lagu kebangsaan.
Baca juga: Bendera Offside yang Tertunda Bisa Segera Jadi Sejarah? FIFA Perkenalkan Teknisi Offside Baru untuk Piala Dunia
Namun, ketika Arab Saudi dan Irak bertanding, FIFA menerapkan prosedur berbeda. Bendera kedua negara tetap dibentangkan tetapi dipegang di atas permukaan tanah, sehingga seremoni pra-pertandingan dapat berlangsung tanpa mengabaikan sensitivitas keagamaan yang melekat pada simbol nasional tersebut.
“Sebagai bagian dari penyempurnaan upacara pembukaan Piala Dunia FIFA 2026, FIFA memperkenalkan presentasi baru yang lebih berorientasi kepada penggemar,” kata juru bicara FIFA, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (24/6/2026).
“Dalam pelaksanaan seremoni tersebut, FIFA bekerja sama secara erat dengan tim-tim peserta untuk mengakomodasi permintaan yang wajar terkait penyajian dan tata acara.” lanjutnya.
Seperti diketahui, bendera Arab Saudi memuat kalimat Syahadat, yaitu deklarasi keimanan dalam Islam yang berbunyi, “Tiada Tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah utusan Allah.”