Daya Beli Masyarakat Lesu, Yanaprima Hastapersada Sebut Bantuan Pangan Pemerintah Jadi Angin Segar bagi Bisnisnya
Nabil
Jum'at, 26 Juni 2026 - 14:23 WIB
Daya Beli Masyarakat Lesu, Yanaprima Hastapersada Sebut Bantuan Pangan Pemerintah Jadi Angin Segar bagi Bisnisnya
LANGIT7.ID-Jakarta;Kebijakan pemerintah memperpanjang program Bantuan Pangan pada periode Juli hingga September 2026 sering kali dikaitkan dengan indikasi lesunya daya beli masyarakat. Namun, bagi emiten produsen kemasan PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS), kebijakan ini justru memberikan sentimen positif bagi kelangsungan bisnis perseroan.
Direktur Utama YPAS, Irwan Susanto, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan pangan secara masif ke masyarakat otomatis akan mengerek volume kebutuhan di rantai pasok, terutama untuk kemasan produk. Hal ini disampaikannya dalam paparan Public Expose perseroan pada Jumat (26/6/2026).
"Memperpanjang bantuan pangan karena daya beli masyarakat sedang lesu, hal ini tentu tidak berpengaruh (buruk) ke kami. Karena dengan meningkatkan bantuan pangan itu akan memerlukan suatu kemasan karung plastik, sehingga permintaan karung plastik akan meningkat. Itu akan menjadi suatu hal yang positif bagi kita," ujar dia.
Di tengah situasi pasar industri pangan yang dinamis, Irwan juga menegaskan komitmen perusahaan untuk berhati-hati dalam membebankan biaya kepada klien. Rencana perseroan untuk menaikkan harga jual di tahun 2026 dipastikan tidak akan dilakukan secara agresif.
Irwan menyadari bahwa industri karung plastik memiliki tingkat persaingan yang sangat kompetitif, sehingga penyesuaian harga jual tidak akan dijadikan opsi utama.
"Menaikkan harga jual itu bukan opsi utama. Itu harus kita sesuaikan dengan harga bahan baku dan kemudian demand pasarnya bagaimana," jelasnya.
Direktur Utama YPAS, Irwan Susanto, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan pangan secara masif ke masyarakat otomatis akan mengerek volume kebutuhan di rantai pasok, terutama untuk kemasan produk. Hal ini disampaikannya dalam paparan Public Expose perseroan pada Jumat (26/6/2026).
"Memperpanjang bantuan pangan karena daya beli masyarakat sedang lesu, hal ini tentu tidak berpengaruh (buruk) ke kami. Karena dengan meningkatkan bantuan pangan itu akan memerlukan suatu kemasan karung plastik, sehingga permintaan karung plastik akan meningkat. Itu akan menjadi suatu hal yang positif bagi kita," ujar dia.
Di tengah situasi pasar industri pangan yang dinamis, Irwan juga menegaskan komitmen perusahaan untuk berhati-hati dalam membebankan biaya kepada klien. Rencana perseroan untuk menaikkan harga jual di tahun 2026 dipastikan tidak akan dilakukan secara agresif.
Irwan menyadari bahwa industri karung plastik memiliki tingkat persaingan yang sangat kompetitif, sehingga penyesuaian harga jual tidak akan dijadikan opsi utama.
"Menaikkan harga jual itu bukan opsi utama. Itu harus kita sesuaikan dengan harga bahan baku dan kemudian demand pasarnya bagaimana," jelasnya.