home global news

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.950 per Dolar AS, Defisit Neraca Perdagangan dan Sentimen Global Jadi Penekan

Rabu, 01 Juli 2026 - 17:17 WIB
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.950 per Dolar AS, Defisit Neraca Perdagangan dan Sentimen Global Jadi Penekan
LANGIT7.ID-Jakarta; Nilai tukar rupiah kembali berada di zona merah pada penutupan perdagangan Rabu (1/7/2026). Mata uang Garuda ditutup melemah 43 poin ke level Rp17.950 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.906 per dolar AS. Sepanjang sesi perdagangan, pelemahan rupiah bahkan sempat mencapai 70 poin sebelum akhirnya memangkas sebagian kerugian menjelang penutupan pasar.

Tekanan terhadap rupiah datang dari kombinasi sentimen domestik dan global yang masih membayangi pergerakan pasar keuangan. Dari dalam negeri, pelaku pasar merespons negatif data neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2026 yang mencatat defisit sebesar US$1,61 miliar. Defisit tersebut menjadi yang pertama dalam enam tahun terakhir setelah Indonesia membukukan surplus selama 72 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

Defisit terjadi karena nilai impor mencapai US$24,81 miliar, lebih tinggi dibandingkan ekspor sebesar US$23,20 miliar. Dari sisi komoditas, defisit migas mencapai US$3,76 miliar yang terutama dipicu impor hasil minyak dan minyak mentah. Data Badan Pusat Statistik (BPS) juga menunjukkan impor migas mencapai US$4,51 miliar atau meningkat 70,78% secara tahunan, sedangkan impor nonmigas mencapai US$20,30 miliar atau naik 14,69% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Selain itu, pasar juga mencermati perkembangan inflasi nasional. Inflasi tahunan pada Juni 2026 tercatat sebesar 3,34% (year on year/YoY). Kenaikan harga terutama didorong kelompok makanan, perawatan pribadi, dan transportasi. Meski demikian, laju inflasi masih berada dalam kisaran target Bank Indonesia, tercermin dari kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 108,27 pada Juni 2025 menjadi 111,89 pada Juni 2026.

Direktur PT Traze Andalan Futures sekaligus Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, "Pada perdagangan sore ini, mata uang rupiah ditutup melemah 43 point sebelumnya sempat melemah 70 point dilevel Rp.17.950 dari penutupan sebelumnya di level Rp.17.906," ujar dia dalam keterangannya, Rabu (1/7/2026).

Menurut Ibrahim, tekanan terhadap rupiah tidak hanya berasal dari faktor domestik, tetapi juga dipengaruhi meningkatnya kehati-hatian investor terhadap berbagai perkembangan global yang masih berlangsung.

Untuk perdagangan berikutnya, Ibrahim memperkirakan pergerakan rupiah masih akan dibayangi volatilitas pasar.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya