Operasional Haji 2026 Resmi Ditutup, Tapi 60 Jamaah Indonesia Masih Dirawat di Arab Saudi
Tim langit 7
Kamis, 02 Juli 2026 - 13:57 WIB
(Dok: MUI)
LANGIT7.ID-Jakarta; Meski operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi telah resmi berakhir, pelayanan pemerintah kepada jamaah Indonesia belum sepenuhnya selesai. Hingga kini masih terdapat 60 jamaah yang menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi dan akan terus didampingi sampai dinyatakan laik terbang untuk kembali ke Indonesia.
Penutupan operasional diumumkan Menteri Haji dan Umrah Moch. Irfan Yusuf setelah seluruh jamaah haji Indonesia tiba kembali di Tanah Air pada Rabu (1/7). Bersamaan dengan itu, proses klaim asuransi bagi jamaah yang wafat juga terus dilakukan sesuai ketentuan.
Operasional haji tahun ini resmi berakhir setelah kloter terakhir, UPG-43, mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar pukul 17.05 WITA dengan membawa 242 jamaah.
"Alhamdulillah, seluruh jamaah haji Indonesia telah kembali ke Tanah Air dengan selamat. Atas nama Kementerian Haji dan Umrah, saya menyatakan operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi secara resmi telah berakhir," ujar Menhaj dalam keterangnanya, dikutip Kamis (2/7/2026).
Meski demikian, Menhaj menegaskan berakhirnya operasional bukan berarti pekerjaan pemerintah selesai. Dalam waktu dekat, Kementerian Haji dan Umrah akan melakukan evaluasi menyeluruh bersama seluruh pemangku kepentingan untuk menyempurnakan penyelenggaraan ibadah haji pada tahun-tahun mendatang.
"Kami mencatat masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terutama terkait layanan di Mina dan penguatan implementasi istithaah kesehatan. Seluruh catatan tersebut akan menjadi fokus evaluasi agar penyelenggaraan haji ke depan semakin profesional, aman, nyaman, dan berorientasi pada kebutuhan jamaah," kata Menhaj.
Berakhirnya operasional haji 1447 H/2026 M sekaligus menjadi penanda dimulainya persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1448 H/2027 M. Kementerian Haji dan Umrah menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan yang semakin profesional, adaptif, dan berpusat pada kebutuhan jamaah.
Penutupan operasional diumumkan Menteri Haji dan Umrah Moch. Irfan Yusuf setelah seluruh jamaah haji Indonesia tiba kembali di Tanah Air pada Rabu (1/7). Bersamaan dengan itu, proses klaim asuransi bagi jamaah yang wafat juga terus dilakukan sesuai ketentuan.
Operasional haji tahun ini resmi berakhir setelah kloter terakhir, UPG-43, mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar pukul 17.05 WITA dengan membawa 242 jamaah.
"Alhamdulillah, seluruh jamaah haji Indonesia telah kembali ke Tanah Air dengan selamat. Atas nama Kementerian Haji dan Umrah, saya menyatakan operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi secara resmi telah berakhir," ujar Menhaj dalam keterangnanya, dikutip Kamis (2/7/2026).
Meski demikian, Menhaj menegaskan berakhirnya operasional bukan berarti pekerjaan pemerintah selesai. Dalam waktu dekat, Kementerian Haji dan Umrah akan melakukan evaluasi menyeluruh bersama seluruh pemangku kepentingan untuk menyempurnakan penyelenggaraan ibadah haji pada tahun-tahun mendatang.
"Kami mencatat masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terutama terkait layanan di Mina dan penguatan implementasi istithaah kesehatan. Seluruh catatan tersebut akan menjadi fokus evaluasi agar penyelenggaraan haji ke depan semakin profesional, aman, nyaman, dan berorientasi pada kebutuhan jamaah," kata Menhaj.
Berakhirnya operasional haji 1447 H/2026 M sekaligus menjadi penanda dimulainya persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1448 H/2027 M. Kementerian Haji dan Umrah menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan yang semakin profesional, adaptif, dan berpusat pada kebutuhan jamaah.