home global news

Catatan singkat Dari Ujian Disertasi Doktor Yusril Ihza Mahendra

Yusril Ihza Mahendra, Mohammad Natsir, dan Gagasan Demokrasi Teistik untuk Masa Depan Indonesia

Jum'at, 03 Juli 2026 - 06:09 WIB
Yusril Ihza Mahendra, Mohammad Natsir, dan Gagasan Demokrasi Teistik untuk Masa Depan Indonesia
Oleh: Anwar Abbas

LANGIT7.ID–Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra mempertahankan disertasi doktornya di bidang ilmu filsafat pada Kamis, 2 Juli 2026, di kampus Universitas Indonesia (UI). Disertasi tersebut berjudul Penafsiran Kembali Pemikiran Mohammad Natsir tentang Relasi Islam dan Negara: Sebuah Telaah Filsafat dengan Pendekatan Hermeneutika Fenomenologis-Eksistensial.

Dalam disertasinya, Yusril melihat bahwa gagasan utama Mohammad Natsir mengenai demokrasi teistik sangat patut untuk diperhatikan dan dikembangkan. Terlebih lagi setelah melihat implementasi tuntutan-tuntutan reformasi yang, alih-alih semakin terlaksana dengan baik, justru tampak semakin lama semakin memudar.

Bahkan, menurut Yusril dalam disertasinya, negara terlihat semakin terperosok ke dalam praktik-praktik yang nir-demokrasi dan membahayakan demokrasi itu sendiri.

Mengapa hal tersebut bisa terjadi?

Yusril melihat bahwa kondisi tersebut tidak bisa dilepaskan dari berkembangnya kekuasaan yang bersifat oligarkis, di mana kekuatan politik dan ekonomi dari elite lama tetap mampu bertahan pada era reformasi. Bahkan, menurutnya, mereka juga dapat memanfaatkan proses demokratisasi yang sedang berjalan untuk kembali berkuasa.

Celakanya, kepemimpinan yang lahir dari demokrasi prosedural tersebut, kata Yusril, tidak secara otomatis menghasilkan ikatan tanggung jawab maupun menjadikan pertanggungjawaban publik sebagai sumber legitimasi politiknya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya