MUI Minta Materi KUII VIII Diuji Publik, Targetkan Jadi Peta Jalan Umat dan Bangsa
Tim langit 7
Senin, 06 Juli 2026 - 16:00 WIB
(Dok: Istimewa)
LANGIT7.ID-Jakarta; Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan bahwa seluruh materi yang telah disiapkan untuk Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII harus melewati proses uji publik agar mampu menjadi dokumen strategis yang benar-benar mewakili aspirasi umat sekaligus menjawab tantangan bangsa.
Sekretaris Jenderal MUI, Buya Amirsyah Tambunan, mengatakan materi kongres tidak boleh berhenti pada pembahasan internal. Menurutnya, dokumen tersebut perlu memperoleh masukan dari berbagai kalangan agar relevan, aplikatif, dan mampu menjadi Peta Jalan Umat dan Bangsa Indonesia.
"Materi Kongres Umat Islam Indonesia yang telah disusun tidak boleh berhenti pada pembahasan internal,” ujar Buya Amirsyah dilansir dari situs MUI, Senin (6/7/2026).
Ia menilai Indonesia tengah menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari modernisasi, ketahanan ekonomi, krisis pangan, perubahan iklim, ketimpangan sosial-ekonomi, hingga derasnya arus informasi yang tidak selalu benar.
“ Karena itu, Kongres Umat Islam Indonesia harus mampu melahirkan gagasan dan solusi yang konkret bagi umat, bangsa, bahkan kontribusi Indonesia di tingkat global," ujar Buya Amirsyah.
Karena itu, MUI mengajak seluruh elemen umat Islam, akademisi, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat luas untuk memberikan masukan terhadap berbagai rancangan materi yang telah disusun menjelang pelaksanaan KUII VIII.
"Kita berharap KUII VIII tidak hanya menjadi forum musyawarah, tetapi mampu menghasilkan rekomendasi strategis yang implementatif dan memberi manfaat nyata bagi umat, bangsa, dan negara. Karena itu, masukan dari berbagai kalangan sangat diperlukan agar hasil kongres benar-benar menjadi milik bersama," tuturnya.
Sekretaris Jenderal MUI, Buya Amirsyah Tambunan, mengatakan materi kongres tidak boleh berhenti pada pembahasan internal. Menurutnya, dokumen tersebut perlu memperoleh masukan dari berbagai kalangan agar relevan, aplikatif, dan mampu menjadi Peta Jalan Umat dan Bangsa Indonesia.
"Materi Kongres Umat Islam Indonesia yang telah disusun tidak boleh berhenti pada pembahasan internal,” ujar Buya Amirsyah dilansir dari situs MUI, Senin (6/7/2026).
Ia menilai Indonesia tengah menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari modernisasi, ketahanan ekonomi, krisis pangan, perubahan iklim, ketimpangan sosial-ekonomi, hingga derasnya arus informasi yang tidak selalu benar.
“ Karena itu, Kongres Umat Islam Indonesia harus mampu melahirkan gagasan dan solusi yang konkret bagi umat, bangsa, bahkan kontribusi Indonesia di tingkat global," ujar Buya Amirsyah.
Karena itu, MUI mengajak seluruh elemen umat Islam, akademisi, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat luas untuk memberikan masukan terhadap berbagai rancangan materi yang telah disusun menjelang pelaksanaan KUII VIII.
"Kita berharap KUII VIII tidak hanya menjadi forum musyawarah, tetapi mampu menghasilkan rekomendasi strategis yang implementatif dan memberi manfaat nyata bagi umat, bangsa, dan negara. Karena itu, masukan dari berbagai kalangan sangat diperlukan agar hasil kongres benar-benar menjadi milik bersama," tuturnya.