home masjid

Imam Besar Masjid New York Kritik Kemal Ataturk Jadi Nama Jalan

Kamis, 21 Oktober 2021 - 17:50 WIB
Kemal Ataturk. (Foto: AFP).
Imam Besar Masjid New York, Imam Shamsi Ali, mengkritik gagasan menjadikan Kemal Ataturk menjadi nama salah satu jalan di Jakarta. Ide tersebut tak sesuai dengan semangat syariah yang sedang digencarkan pemerintah dalam bidang ekonomi.

“Terlepas dari siapapun yang memilih nama dan nama siapapun yang dipilih, kira-kira apa yang akan dituju dari penamaan itu? Pemikiran negatif saya mengatakan jangan-jangan ini bagian dari konspirasi untuk semakin menguatkan sekularisme di negara Muslim terbesar dunia,” katanya, Kamis (21/10/2021).

Menurut Presiden Nusantara Foundation ini, Kemal Ataturk adalah tokoh sekularisme Turki. Di bawah kekuasaan Ataturk, Islam nilai-nilai dan simbol agama ditekan.

Semua gedung-gedung publik, termasuk sekolah, kantor pemerintahan hingga ke parlemen tidak memperbolehkan simbol agama. Jilbab diharamkan. Bahkan adzan yang berbahasa Arab pun diganti menjadi adzan yang berbahasa Turki.

“Sehingga sesungguhnya ini adalah bagian dari ‘Islamophobia’ global untuk semakin memarjinalkan nilai-nilai Islam (agama) dalam kehidupan publik,” tuturnya.

Imam Shamsi Ali mempertanyakan alasan pemerintah memilih Kemal Attaturk sebagai nama jalan. Padahal sosok ini jelas dikenal sebagai Bapak Sekularisme Turki.

Pada sisi lain, Indonesia dikenal sebagai negara yang tidak menghendaki sekularisme, tapi juga tidak menghendaki agama apapun untuk dijadikan sebagai dasar bernegara. Artinya Kemal Ataturk adalah sosok yang tidak dikehendaki oleh Indonesia yang memahami agama sebagai bagian penting dari kehidupan berbangsa dan bernegara.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
imam masjid kemal ataturk nama jalan
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya