home edukasi & pesantren

Menag Nasaruddin Umar Minta Madrasah Jadi Rumah Literasi, Tak Sekadar Tempat Belajar

Selasa, 07 Juli 2026 - 15:04 WIB
Menag Nasaruddin Umar memberikan sambutan pada pembukaan Festival Gerakan Literasi Madrasah (GALATAMA) II Tahun 2026 di Ternate, Maluku Utara. (Dok: Kemenag)
LANGIT7.ID-Jakarta; Menteri Agama Nasaruddin Umar meminta madrasah menjadi rumah literasi bagi peserta didik. Ruang literasi tidak hanya hadir di perpustakaan, tetapi juga tumbuh dalam berbagai kegiatan pembelajaran, pengembangan diri, dan kolaborasi di lingkungan madrasah.

“Madrasah harus mampu menjadi rumah literasi. Setiap sudut madrasah perlu menghadirkan ruang membaca, ruang diskusi, ruang riset, dan ruang menulis, hingga ruang kolaborasi digital,” kata Menag dalam keterangannya, dikutip Selasa (7/7/2026).

Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan, literasi madrasah perlu dimaknai lebih luas, tidak hanya sebagai kebiasaan membaca, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, mengolah informasi, dan menghasilkan karya. Literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan memahami informasi, menganalisis persoalan, serta mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari.

“Festival Gerakan Literasi Madrasah ini haruslah kita maknai lebih luas, bukan hanya meningkatkan minat membaca di kalangan para siswa, tetapi juga upaya meningkatkan kemampuan siswa untuk memahami, menganalisis, dan mengolah informasi menjadi hal-hal kritis untuk memecahkan masalah dan mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Menag.

Menurut Menag, keunggulan madrasah terletak pada kemampuannya mengintegrasikan ilmu pengetahuan, teknologi, dan akhlak. Di tengah derasnya arus informasi digital, peserta didik madrasah perlu memiliki kemampuan memilah informasi secara kritis dan bertanggung jawab.

Ia mengingatkan, tantangan pendidikan saat ini bukan lagi sekadar keterbatasan informasi, melainkan kemampuan membedakan fakta dan hoaks, ilmu dan opini, serta informasi yang benar dan menyesatkan. Karena itu, Gerakan Literasi Madrasah juga perlu menjadi gerakan membangun nalar kritis, etika digital, dan karakter peserta didik.

Menag berharap peserta didik madrasah tumbuh menjadi generasi yang mampu menyaring informasi sebelum menyebarkannya. Mereka juga diharapkan mampu berdialog tanpa kebencian serta memanfaatkan ruang digital untuk menyebarkan ilmu, nilai-nilai keagamaan yang membawa kemaslahatan, dan manfaat bagi masyarakat.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya