Kehadiran ISPO Jawab Tuntutan Petani Sawit Skala Kecil
Mahmuda attar hussein
Kamis, 21 Oktober 2021 - 21:05 WIB
Webinar tentang Sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Foto: istimewa
Sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) menjadi penting bagi petani kelapa sawit skala kecil. Salah satu poin dari sertifikasi baik ISPO atau RSPO yakni, dapat mengorganisir petani skala kecil dalam satu kelembagaan.
Ketua Serikat Petani Kelapa Sawit, Manselius Darto mengatakan, para petani kelapa sawit skala kecil biasanya terpencar. Dengan adanya sertifikasi ISPO, diharapkan dapat membuat para petani tergabung dalam satu lembaga, untuk dapat meningkatkan kinerjanya.
“Terkait dengan ISPO seperti ini juga bahwa para petani sawit di daerah skala kecil mereka berpencar-pencar. Penting ada road map yang jelas. Kelembagaan petaninya juga harus dibuat secara rapi,” kata Darto saat webinar dikanal Youtube Narasi Institute, Selasa (19/10).
Baca juga: Maruf Amin Sebut Pesantren Sebagai Agen Pemberdayaan Ekonomi Ummat
Selain itu, Darto juga mendorong adanya kemitraan antara petani kelapa sawit dengan korporasi. Melalui kemitraan, diyakini dapat menjadikan petani kecil lebih terbantu dalam mengolah perkebunan kelapa sawit.
Sementara transformasi dalam pengelolaan kelapa sawit di Indonesia, diharapkan dapat berpihak kepada para petani kecil.
“Penting untuk perbaikan di level pabrik. Saat ini petani menjual ke tengkulak rantai suplai terlalu panjang. Kemudian sistem ini perlu diubah agar ada kemitraan yang lebih baik dan membutuhkan peran pihak perusahaan untuk melakukan pemberdayaan bagi para petani sawit skala kecil di daerah,” ujarnya.
Ketua Serikat Petani Kelapa Sawit, Manselius Darto mengatakan, para petani kelapa sawit skala kecil biasanya terpencar. Dengan adanya sertifikasi ISPO, diharapkan dapat membuat para petani tergabung dalam satu lembaga, untuk dapat meningkatkan kinerjanya.
“Terkait dengan ISPO seperti ini juga bahwa para petani sawit di daerah skala kecil mereka berpencar-pencar. Penting ada road map yang jelas. Kelembagaan petaninya juga harus dibuat secara rapi,” kata Darto saat webinar dikanal Youtube Narasi Institute, Selasa (19/10).
Baca juga: Maruf Amin Sebut Pesantren Sebagai Agen Pemberdayaan Ekonomi Ummat
Selain itu, Darto juga mendorong adanya kemitraan antara petani kelapa sawit dengan korporasi. Melalui kemitraan, diyakini dapat menjadikan petani kecil lebih terbantu dalam mengolah perkebunan kelapa sawit.
Sementara transformasi dalam pengelolaan kelapa sawit di Indonesia, diharapkan dapat berpihak kepada para petani kecil.
“Penting untuk perbaikan di level pabrik. Saat ini petani menjual ke tengkulak rantai suplai terlalu panjang. Kemudian sistem ini perlu diubah agar ada kemitraan yang lebih baik dan membutuhkan peran pihak perusahaan untuk melakukan pemberdayaan bagi para petani sawit skala kecil di daerah,” ujarnya.