home edukasi & pesantren

Melacak Asal-usul dan Makna Kata Santri

Kamis, 21 Oktober 2021 - 20:33 WIB
Ilustrasi santri (foto: nu.or.id)
Pemerintah menetapkan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional sejak 2015 silam. Kata ‘santri’ memang sudah sangat umum di telinga masyarakat Indonesia. Sebutan santri selama ini digunakan untuk menyebut orang-orang yang sedang atau pernah memperdalam ilmu agama di pondok pesantren.

Namun, ada banyak pendapat yang memaparkan kemungkinan asal usul kata ‘santri’. Salah satu versi mengenai sejarah kata ‘santri’, seperti dikutip dari buku Kebudayaan Islam di Jawa Timur: Kajian Beberapa Unsur Budaya Masa Peralihan (2001) karya M. Habib Mustopo, mengatakan kata santri berasal dari bahasa Sansekerta yakni sastri yang artinya melek huruf atau bisa membaca.

Versi ini serupa dengan pendapat C.Cberg yang menyebut istilah santri berasal dari kata shastri yang dalam bahasa India berarti orang yang mempelajari kitab-kitab suci agama Hindu.



Baca Juga: Pesan Gus Mus untuk Santri: Ingat Jati Diri dan Miliki Ruh Dakwah



Sementara, Karel A. Steenbrink, seperti dikutip oleh Zamakhsyari Dhofir dalam buku Tradisi Pesantren (1985), mendukung rumusan Berg dan meyakini bahwa pendidikan pesantren, yang kemudian lekat dengan tradisi edukasi Islam di Jawa, memang mirip dengan pendidikan ala Hindu di India jika dilihat dari segi bentuk dan sistemnya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
pondok pesantren santri hari santri 2021
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya