home masjid

Wasiat Agung Rasulullah Saat Utus Mu’adz bin Jabal ke Yaman

Jum'at, 10 Juli 2026 - 06:00 WIB
Wasiat Agung Rasulullah Saat Utus Muadz bin Jabal ke Yaman. Foto: Ist
Keputusan strategis sering kali lahir dari pertimbangan kepakaran yang matang, tidak terkecuali dalam sejarah dakwah Islam. Ketika Rasulullah SAW menunjuk Mu’adz bin Jabal untuk mengemban tugas sebagai dai sekaligus qadhi (hakim) di wilayah Yaman pasca-Perang Tabuk, penunjukan tersebut didasarkan pada rekam jejak kecerdasan sang sahabat.

Diangkatnya pemuda Anshar dari kaum Khazraj ini tidak lepas dari kapasitas keilmuannya yang mendalam, bahkan Rasulullah SAW sendiri menjulukinya sebagai sosok yang paling paham (faqih) serta ahli dalam melantunkan dan memahami isi Al-Qur'an (qari’ul qur’an).

Baca juga: Doa Wasiat Rasulullah SAW agar Jadi Kekasih Allah

Sebelum melepas keberangkatannya ke Yaman, sebuah dialog panjang terjadi antara Rasulullah SAW dan Mu’adz bin Jabal. Di hadapan sang Nabi, Mu’adz menegaskan komitmennya untuk memutus perkara hukum berlandaskan Kitabullah. Jika tidak menemukannya, ia akan merujuk pada Sunah Rasulullah, dan apabila tetap belum mendapati ketentuannya, dengan tegas ia menyatakan akan berijtihad menggunakan akalnya secara maksimal.

Mendengar jawaban yang sangat metodologis tersebut, Rasulullah SAW langsung memuji Allah SWT atas petunjuk-Nya yang telah diberikan kepada utusan beliau. Sesaat sebelum Mu'adz menaiki kendaraannya untuk memulai perjalanan jauh tersebut, Rasulullah SAW menyampaikan seuntai pesan pemungkas yang sangat monumental. Wasiat agung tersebut berbunyi:

اتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ

Artinya: "Bertakwalah kepada Allah di mana pun engkau berada, ikutkanlah keburukan dengan kebaikan niscaya kebaikan itu akan menghapusnya, dan berakhlaklah kepada manusia dengan akhlak yang baik." (HR Ahmad dan Tirmidzi).
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya