Piala Dunia 2026
Kepala Wasit FIFA Beri Tanggapan Kubu Mesir atas Tuduhan Berat Sebelah ke Argentina dan Lionel Messi
Sururi al faruq
Sabtu, 11 Juli 2026 - 09:11 WIB
Kepala Wasit FIFA Beri Tanggapan Kubu Mesir atas Tuduhan Berat Sebelah ke Argentina dan Lionel Messi
LANGIT7.ID-Jakarta; Kekalahan tim sepakbola Mesir atas Argentina di babak perempat final masih menyisakan rasa dongkol, sebel, marah dan rasanya campur aduk. Maka, pihak asosiasi sepak bola Mesir memaksa kirim surat protes keras ke FIFA. Isi protesnya kira kira: pokoknya tidak terima, wasit tidak adil!
Agar tuduhan itu tidak berlarut larut, Kepala wasit FIFA, Pierluigi Collina angkat bicara. Collina mengecam keras tuduhan bahwa para pengadil bisa dipengaruhi oleh faktor dari luar, menyusul adanya klaim keberpihakan terhadap Argentina dari pihak Mesir.
Juara bertahan Piala Dunia ini nyaris tersingkir di babak 16 besar saat menghadapi Mesir. Mereka sempat tertinggal 2–0 hingga 11 menit terakhir pertandingan, dan hanya berkat keputusan VAR yang menganulir gol ketiga Mesir, Argentina selamat dari kekalahan.
Setelah pertandingan, Asosiasi Sepak Bola Mesir secara resmi mengajukan protes. Mereka menuduh wasit François Letexier melakukan diskriminasi terhadap Mesir, sekaligus memperkuat pernyataan pelatih Hossam Hassan yang mengklaim adanya "tekanan dari kubu Argentina" serta insentif finansial agar Lionel Messi tetap bertahan di turnamen—yang menurut mereka sengaja dilakukan FIFA untuk menggagalkan pertandingan.
"Tentu saja, diskusi konstruktif tentang keputusan wasit akan selalu menjadi bagian dari sepak bola, tetapi tuduhan tanpa dasar tidak memiliki tempat dalam olahraga kita," balas Collina dengan tegas.
"Tak seorang pun boleh mempertanyakan integritas wasit Piala Dunia FIFA. Jika ini terjadi, bisa memicu reaksi yang berujung pada ancaman terhadap mereka dan keluarga mereka. Ini tidak benar."
"Begitu pula, tak seorang pun boleh mengklaim bahwa kepemimpinan wasit FIFA bisa dipengaruhi oleh siapa pun, bahkan oleh Presiden FIFA sekalipun [Gianni Infantino]. Beliau selalu menunjukkan dukungan penuh kepada Tim Wasit FIFA dan mempercayai kami untuk bekerja dengan independensi penuh. Para wasit mengambil keputusan dengan jujur, dan seperti halnya pemain serta pelatih, mereka selalu berusaha memberikan yang terbaik."
Agar tuduhan itu tidak berlarut larut, Kepala wasit FIFA, Pierluigi Collina angkat bicara. Collina mengecam keras tuduhan bahwa para pengadil bisa dipengaruhi oleh faktor dari luar, menyusul adanya klaim keberpihakan terhadap Argentina dari pihak Mesir.
Juara bertahan Piala Dunia ini nyaris tersingkir di babak 16 besar saat menghadapi Mesir. Mereka sempat tertinggal 2–0 hingga 11 menit terakhir pertandingan, dan hanya berkat keputusan VAR yang menganulir gol ketiga Mesir, Argentina selamat dari kekalahan.
Setelah pertandingan, Asosiasi Sepak Bola Mesir secara resmi mengajukan protes. Mereka menuduh wasit François Letexier melakukan diskriminasi terhadap Mesir, sekaligus memperkuat pernyataan pelatih Hossam Hassan yang mengklaim adanya "tekanan dari kubu Argentina" serta insentif finansial agar Lionel Messi tetap bertahan di turnamen—yang menurut mereka sengaja dilakukan FIFA untuk menggagalkan pertandingan.
"Tentu saja, diskusi konstruktif tentang keputusan wasit akan selalu menjadi bagian dari sepak bola, tetapi tuduhan tanpa dasar tidak memiliki tempat dalam olahraga kita," balas Collina dengan tegas.
"Tak seorang pun boleh mempertanyakan integritas wasit Piala Dunia FIFA. Jika ini terjadi, bisa memicu reaksi yang berujung pada ancaman terhadap mereka dan keluarga mereka. Ini tidak benar."
"Begitu pula, tak seorang pun boleh mengklaim bahwa kepemimpinan wasit FIFA bisa dipengaruhi oleh siapa pun, bahkan oleh Presiden FIFA sekalipun [Gianni Infantino]. Beliau selalu menunjukkan dukungan penuh kepada Tim Wasit FIFA dan mempercayai kami untuk bekerja dengan independensi penuh. Para wasit mengambil keputusan dengan jujur, dan seperti halnya pemain serta pelatih, mereka selalu berusaha memberikan yang terbaik."