Jalan Tengah: Kolaborasi Pemerintah dan Lembaga Agama Dalam Memajukan Industri Tinggi
Tim langit 7
Senin, 13 Juli 2026 - 09:05 WIB
Jalan Tengah: Kolaborasi Pemerintah dan Lembaga Agama Dalam Memajukan Industri Tinggi
Oleh: Prof Dr Bambang Setiaji
LANGIT7.ID-Kemajuan besar dalam peradaban, baik dalam sains, seni, maupun industri, tidak pernah berasal dari pemerintah pusat. Pencapaian luar biasa selalu merupakan produk swasta - dari kejeniusan individu - serta iklim sosial yang mengizinkan keragaman. Intervensi pemerintah pusat justru cenderung memaksakan keseragaman yang bisa menggantikan kemajuan dengan stagnasi (Milton Friedman, 1962).
Friedman membaca kemajuan Barat dan berusaha membentengi meluasnya peran pemerintah yang diperkenalkan sebagai obat resesi pada tahun 1930 ketika kaum Keynesian memikirkan peran pemerintah melalui kekuatan fiskalnya dalam menstabilkan ekonomi. Kini kita melihat peran pemerintah pusat yang tiba tiba berubah sejak reformasi. Koperasi desa merah putih tersebar di desa desa dengan tanpa perhitungan lokasi dan pasar.
Instansi pemerintah ikut berbisnis di MBG yang semula dirancang untuk menggerakkan ekonomi masyarakat. Perguruan tinggi negeri bertindak layaknya swasta membuat iklan medsos dan menerima mahasiswa sangat besar. Sebelumnya BUMN bidang properti pemerintah memenangkan tender tender pemerintah sendiri dan juga perbankan pemerintah. Dinilai dari tesis Friedman apa yang kita lakukan hari hari ini mengarah kepada sebaliknya.
Bagaimana dengan China? Sepuluh tahun dari terbitnya buku Friedman, bangkitlah China berangkat dari komunisme, dengan jalan mulai memberi ruang kepada swasta dengan membiarkan sekelompok petani menanam apa yang mereka pikir sebagai lebih menguntungkan. Pemberian ruang kepada swasta ini berlanjut dengan masuknya investor investor asing dengan relokasi industri mereka. Pasar China yang besar menjadi daya tarik. Terjadi keunikan atau anomali dari yang dipikirkan oleh Friedman bahwa kebebasan pasar hanya mungkin terjadi pada kebebasan politik.
China membuktikan adanya kebebasan pasar dan kemajuan swasta pada sistem monolitik. Arahan negara melalui banyak BUMN pusat dan daerah menghasilkan kemajuan berbasis ilmu pengetahuan dan riset yang semula menjiplak kemudian mengembangkan sendiri. Era teknologi dan internet membuktikan keunggulan China dimana singkapan atau bocorannya terlihat dari presisi persenjataan Iran pada perang akhir akhir ini.
Ruang bagi banyak BUMN atau men desentralisasi ke berbagai daerah, dan China sangat besar perdagangan antar daerah sudah seperti ekspor impor antar negara. Jika ribuan Koperasi merah putih dan ribuan pengusaha MBG dari unsur pemerintah terinspirasi oleh China, sangat sulit mencontoh China dalam masyarakat bebas dengan multi partai seperti sekarang dan ditambah media sosial yang tidak terbendung. Untuk pilihan politik seperti itu paling tepat adalah mendorong kemajuan swasta dan mendesentralisasi praktek ekonomi riel ke daerah dengan penyadaran berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. Jika ada pusat pusat kemajuan pemerintah serahkan kepada perusahaan daerah yang berbasis potensi daerah.
LANGIT7.ID-Kemajuan besar dalam peradaban, baik dalam sains, seni, maupun industri, tidak pernah berasal dari pemerintah pusat. Pencapaian luar biasa selalu merupakan produk swasta - dari kejeniusan individu - serta iklim sosial yang mengizinkan keragaman. Intervensi pemerintah pusat justru cenderung memaksakan keseragaman yang bisa menggantikan kemajuan dengan stagnasi (Milton Friedman, 1962).
Friedman membaca kemajuan Barat dan berusaha membentengi meluasnya peran pemerintah yang diperkenalkan sebagai obat resesi pada tahun 1930 ketika kaum Keynesian memikirkan peran pemerintah melalui kekuatan fiskalnya dalam menstabilkan ekonomi. Kini kita melihat peran pemerintah pusat yang tiba tiba berubah sejak reformasi. Koperasi desa merah putih tersebar di desa desa dengan tanpa perhitungan lokasi dan pasar.
Instansi pemerintah ikut berbisnis di MBG yang semula dirancang untuk menggerakkan ekonomi masyarakat. Perguruan tinggi negeri bertindak layaknya swasta membuat iklan medsos dan menerima mahasiswa sangat besar. Sebelumnya BUMN bidang properti pemerintah memenangkan tender tender pemerintah sendiri dan juga perbankan pemerintah. Dinilai dari tesis Friedman apa yang kita lakukan hari hari ini mengarah kepada sebaliknya.
Bagaimana dengan China? Sepuluh tahun dari terbitnya buku Friedman, bangkitlah China berangkat dari komunisme, dengan jalan mulai memberi ruang kepada swasta dengan membiarkan sekelompok petani menanam apa yang mereka pikir sebagai lebih menguntungkan. Pemberian ruang kepada swasta ini berlanjut dengan masuknya investor investor asing dengan relokasi industri mereka. Pasar China yang besar menjadi daya tarik. Terjadi keunikan atau anomali dari yang dipikirkan oleh Friedman bahwa kebebasan pasar hanya mungkin terjadi pada kebebasan politik.
China membuktikan adanya kebebasan pasar dan kemajuan swasta pada sistem monolitik. Arahan negara melalui banyak BUMN pusat dan daerah menghasilkan kemajuan berbasis ilmu pengetahuan dan riset yang semula menjiplak kemudian mengembangkan sendiri. Era teknologi dan internet membuktikan keunggulan China dimana singkapan atau bocorannya terlihat dari presisi persenjataan Iran pada perang akhir akhir ini.
Ruang bagi banyak BUMN atau men desentralisasi ke berbagai daerah, dan China sangat besar perdagangan antar daerah sudah seperti ekspor impor antar negara. Jika ribuan Koperasi merah putih dan ribuan pengusaha MBG dari unsur pemerintah terinspirasi oleh China, sangat sulit mencontoh China dalam masyarakat bebas dengan multi partai seperti sekarang dan ditambah media sosial yang tidak terbendung. Untuk pilihan politik seperti itu paling tepat adalah mendorong kemajuan swasta dan mendesentralisasi praktek ekonomi riel ke daerah dengan penyadaran berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. Jika ada pusat pusat kemajuan pemerintah serahkan kepada perusahaan daerah yang berbasis potensi daerah.