Muslim Ini Sukses dan Kembangkan Bisnis di Sektor Pertanian
Mahmuda attar hussein
Jum'at, 22 Oktober 2021 - 08:00 WIB
Petani sukses, Aep Fathul Holik. Foto: YouTube Kementerian Pertanian RI
Mengembangkan usaha memang bukan satu hal mudah. Perlu keuletan dalam menjalankan atau pun merintis sebuah usaha agar bisa berkembang dan sukses
Seperti yang dilakukan oleh muslim asal Subang, Aep Fathul Holik. Ia yang memilih petani sebagai profesinya. Kini sukses mengembangkan lahan dan memiliki toko pertaniannya sendiri.
Namun, perjalanan kesuksesan Aep bukan tanpa halangan. Seperti para pengusaha, khususnya petani pada umumnya, Aep juga mengalami banyak tantangan.
"Dari 2007-2011 saya menabung, menyisihkan uang dan saya coba untuk menyewa lahan. Alhamdulillah pada saat itu saya sewa lahan sebanyak Rp24 juta per satu bahu," ujarnya dikanal Youtube Kementerian Pertanian RI
Baca juga: Dukung Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah, Kemenperin Gelar Indonesia Halal Industry Awards 2021
Dari hasil olahan lahan tersebut, Aep mengaku tidak menggunakannya untuk kebutuhan hidupnya sehari-hari. Namun, mengumpulkan dana yang ada untuk perkembangan usahanya.
Jerih payahnya tidak sia-sia, sampai ia dapat menyewa lahan pertaniannya hingga 10 bahu. Seiring perkembangannya pun, ia mampu membeli lahan pertaniannya sendiri.
Seperti yang dilakukan oleh muslim asal Subang, Aep Fathul Holik. Ia yang memilih petani sebagai profesinya. Kini sukses mengembangkan lahan dan memiliki toko pertaniannya sendiri.
Namun, perjalanan kesuksesan Aep bukan tanpa halangan. Seperti para pengusaha, khususnya petani pada umumnya, Aep juga mengalami banyak tantangan.
"Dari 2007-2011 saya menabung, menyisihkan uang dan saya coba untuk menyewa lahan. Alhamdulillah pada saat itu saya sewa lahan sebanyak Rp24 juta per satu bahu," ujarnya dikanal Youtube Kementerian Pertanian RI
Baca juga: Dukung Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah, Kemenperin Gelar Indonesia Halal Industry Awards 2021
Dari hasil olahan lahan tersebut, Aep mengaku tidak menggunakannya untuk kebutuhan hidupnya sehari-hari. Namun, mengumpulkan dana yang ada untuk perkembangan usahanya.
Jerih payahnya tidak sia-sia, sampai ia dapat menyewa lahan pertaniannya hingga 10 bahu. Seiring perkembangannya pun, ia mampu membeli lahan pertaniannya sendiri.