home sosok muslim

Sheikh Shady Al Suleiman Apresiasi Kerukunan Beragama di Indonesia sebagai Contoh Terbaik

Jum'at, 17 Juli 2026 - 14:40 WIB
(Dok: Kementerian Agama)
LANGIT7.ID-Jakarta; President Australian National Imams Council (ANIC), Sheikh Shady Al Suleiman, mengapresiasi kerukunan dan kedamaian umat beragama di Indonesia. Sheikh Shady menyebut Indonesia sebagai contoh terbaik dalam hidup berdampingan dengan harmoni.

Hal ini disampaikan Sheikh Shady saat bertemu Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi’i di kantor pusat Kementerian Agama, Jakarta. Dua tokoh ini mendiskusikan penguatan dialog antarumat beragama, pengembangan pendidikan Islam, serta pengalaman kedua negara dalam membangun masyarakat yang harmonis. Dibahas juga peluang kolaborasi Indonesia dan Australia di bidang keagamaan dan kehidupan keberagamaan.

"Kami percaya dialog adalah jalan terbaik. Kami percaya pentingnya membangun komunikasi dan saling memahami. Kami juga meyakini bahwa semua orang harus dapat hidup berdampingan dalam harmoni, saling menghormati, dan damai. Indonesia merupakan contoh yang sangat baik dalam hal ini," ujar Sheikh Shady di Jakarta, dikutipJumat (17/7/2026).

Hadir, Wakil Duta Besar Australia Gita Kamath. Ikut mendampingi Wamenag, Staf Khusus Menag Gayatri, Sekretaris Itjen Kemenag Khairul Huda Basyir, Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam Prof. Arskal Salim, Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama Adib Abdusshomad, dan Tenaga Ahli Menteri Agama Junisab Akbar.

Sheikh Shady mengatakan, dialog merupakan cara terbaik untuk menghilangkan kebencian terhadap agama maupun kelompok mana pun. Dia lalu menjelaskan berbagai upaya yang dilakukan Australia dalam mendukung kehidupan umat Islam.

Menurutnya, pemerintah Australia memberikan dukungan terhadap berbagai program penguatan kehidupan beragama, termasuk pembentukan lembaga penanggulangan Islamofobia, bantuan bagi masjid, serta pembangunan universitas Islam untuk menyiapkan imam, khatib, dan dai yang memahami konteks masyarakat Australia.

Wamenag menegaskan dialog menjadi pendekatan yang paling tepat dalam membangun hubungan antarumat beragama. Ia mengajak semua pihak mengedepankan komunikasi dan saling memahami dalam menyikapi perbedaan.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya