home lifestyle muslim

Telur Ceplok vs Dadar, Mana yang Kandungan Kalorinya Lebih Tinggi?

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:13 WIB
Telur Ceplok vs Dadar, Mana yang Kandungan Kalorinya Lebih Tinggi? Foto: Pexels./Tomris
Telur menjadi salah satu menu andalan banyak keluarga Indonesia. Selain praktis dan terjangkau, makanan ini juga kaya protein. Namun, masih banyak yang bertanya-tanya, mana yang lebih sehat untuk dikonsumsi, telur ceplok atau telur dadar?

Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, Dr Karina Rahmadia Ekawidyani, menjelaskan bahwa pada dasarnya kedua jenis olahan telur tersebut memiliki kandungan gizi yang hampir sama. Perbedaannya justru terletak pada cara memasak dan jumlah minyak yang digunakan.

Baca juga: Sate hingga Telur Dadar, Menu Ramadan Astronaut Muslim di Luar Angkasa

"Secara umum, tidak ada perbedaan kandungan gizi yang signifikan antara telur ceplok dan telur dadar. Yang membedakan biasanya adalah kandungan lemak yang dipengaruhi oleh banyaknya minyak saat proses memasak," jelasnya di laman IPB University, Sabtu (18/7/2026).

Menurut Karina, telur dadar umumnya menyerap lebih banyak minyak sehingga kandungan kalori dan lemaknya bisa lebih tinggi. Apalagi jika ditambah bahan lain seperti keju, sosis, tepung, atau daging cincang yang otomatis meningkatkan nilai energinya.

Bagi keluarga muda yang sedang menerapkan pola hidup sehat, cara mengolah makanan ternyata sama pentingnya dengan memilih bahan makanannya.

Dr Karina menjelaskan bahwa memasak telur justru membuat proteinnya lebih mudah dimanfaatkan tubuh. Saat dipanaskan, struktur protein mengalami perubahan sehingga lebih mudah dicerna.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya