LANGIT7.ID - , -
Astronaut Uni Emirat Arab Sultan Al Neyadi akan menghabiskan
bulan Ramadan tahun ini di Stasiun Luar Angkasa Internasional.
Puasa Ramadan merupakan ibadah wajib bagi umat Islam, namun hal itu tidak berlaku bagi mereka yang melakukan perjalanan atau tidak sehat.
Baca juga: Menu Buka Puasa Spesial, Resep Es Pisang Ijo Khas MakassarNamun, Al Neyadi yang bakal menghabiskan waktu selama enam bulan di
luar angkasa sejak 26 Februari, tetap berniat puasa.
Berdasarkan perhitungan, Ramadhan tahun ini diperkirakan akan dimulai sekitar 23 Maret, yang berarti
Idul Fitri diperkirakan akan berlangsung dari 20 April hingga 23 April.
“Selama enam bulan, kita akan melewati saat-saat yang sangat menyenangkan seperti Idul Fitri dan Ramadan,” ujar Dr Al Neyadi, dikutip The National, Sabtu (11/2/2023).
Dr Al Neyadi bukanlah Muslim pertama yang menghabiskan Ramadan di luar angkasa.
Sebelumnya astronaut asal Arab Saudi, Pangeran Sultan bin Salman, menjadi Muslim pertama yang menerbangkan pesawat ulang-alik AS Dicovery pada tahun 1985.
Pangeran Salman berpuasa pada hari dia diluncurkan ke luar angkasa, yang merupakan hari terakhir Ramadhan.
Baca juga: Segarkan Buka Puasa dengan Buko Pandan, Takjil asal FilipinaDalam bukunya Seven Days in Space, dia berbicara secara luas tentang menjalankan rukun Islamnya selama pelatihan dan waktu di luar angkasa.
Dia berbicara tentang makan sahur — makan sebelum fajar — pada hari lepas landas, berdoa di menara peluncuran sebelum menaiki pesawat luar angkasa, berpuasa saat berada di luar angkasa, dan membaca Alquran.
Pangeran Salman memiliki menu khusus di pesawat ulang-alik, termasuk ayam asam manis, jagung manis rebus, keju kembang kol, salad tuna, pasta, udang, salmon, ayam goreng, cokelat panas, buah-buahan dan sayuran, serta kopi dan teh tanpa kafein.
Astronot itu juga membagikan foto dirinya berdoa dan membaca Alquran di luar angkasa.
Selain Pangeran Salman, astronaut asal Malaysia Sheikh Muszaphar Shukor juga menghabiskan beberapa hari Ramadhan di luar angkasa pada tahun 2007.
Dia meluncurkan roket Soyuz Rusia dari pelabuhan antariksa Baikonur Cosmodrome di Kazakhstan.
Baca juga: Cara Unik Buka Puasa di Mesir, Meja Sepanjang 1 Km Penuh Makanan“Islam sangat lunak. Jika saya tidak bisa berpuasa di luar angkasa, saya selalu bisa melakukannya di lain waktu,” kata Mr Shukor beberapa minggu sebelum peluncurannya.
Dilaporkan bahwa astronaut menggelar perayaan Idul Fitri di luar angkasa untuk rekan-rekannya. Dia membawa beberapa sate Malaysia, atau tusuk sate potongan daging pedas, dan kue kering bersamanya.
Kemudian ada astronaut Uni Emirat Arab, Hazza Al Mansouri, yang menghabiskan delapan hari di ISS pada 2019, merekam dirinya yang salat saat berada di luar angkasa.
Menunya di ISS adalah hidangan tradisional Emirat, termasuk balaleet (makanan pokok Emirat berupa bihun manis yang disajikan dengan telur dadar di atasnya), salona (semur ayam), dan madrooba (oatmeal kental gurih).
Baca juga: Cara Unik Buka Puasa di Mesir, Meja Sepanjang 1 Km Penuh Makanan(est)