LANGIT7.ID, Jakarta - Tak hanya Indonesia, Mesir juga memiliki tradisi unik saat buka puasa Ramadhan. Umat Islam berkumpul di meja sepanjang jalan untuk berbuka bersama.
Tradisi ini digelar pada hari ke-15 Ramadhan di pinggiran Matariya, timur laut Ibu kota Mesir, Kairo. Uniknya, acara buka puasa ini tidak hanya diikuti umat Islam saja, tapi ada juga umat Kristen ikut merayakan acara tersebut.
Penyelenggara yakin acara itu dimaksudkan untuk membawa persatuan di antara orang-orang dari latar belakang bangsa dan agama berbeda.
Baca juga: Al-Azhar, Potret Keberhasilan Wakaf yang Berdiri di Bulan Ramadhan“Ide meja (buka puasa) bukan hanya untuk makan dan minum, idenya adalah 3.000 orang berbagi meja yang sama dengan agama dan kebangsaan yang sama dan makan bersama pada waktu yang sama,” kata penyelenggara acara, Ihab El-Shah-di, dikutip
Qantara, Rabu (20/4/2022).
Ihab menyebut, sekitar 6.000 orang ikut berpartisipasi dalam acara tersebut. Acara diatur sedemikian rupa penuh dengan dekorasi. Meja tidak dikhususkan untuk orang tertentu, melainkan untuk semua orang. Siapa saja yang lewat di jalanan tempat acara digelar bisa bergabung untuk buka puasa bersama.
Meja-meja besar yang memiliki berbagai jenis makanan ditawarkan secara gratis bagi siapa saja. Tahun ini, meja mencapai sekitar 1 kilometer. Tradisi itu menegaskan bahwa masyarakat Mesir menjunjung tinggi persaudaraan dan hidup berdampingan secara harmonis.
Baca juga: Ramadhan di Norwegia: Durasi Puasa Lebih Lama dan Tantangan dalam Mendidik AnakMereka membeli semua bahan makanan dengan biaya sendiri. Para ibu dan remaja wanita memasak dan Menyiapkan makanan dari rumah. Sementara, warga lain membeli minuman dan manisan.
Rumah-rumah di Mesir juga membeli hiasa dan menggantungnya di rumah dan jalanan. Hiasan itu dimaksudkan untuk mencerminkan suasana Ramadhan yang penuh keceriaan.
(jqf)