Piala Dunia 2026
Lionel Scaloni Menangis Usai Argentina Kalah dari Spanyol, Akui Lawan Pantas Juara Dunia
Tim langit 7
Senin, 20 Juli 2026 - 15:15 WIB
(Dok: Istimewa)
LANGIT7.ID-Jakarta; Kekalahan Argentina dari Spanyol di final Piala Dunia menyisakan duka mendalam bagi Lionel Scaloni. Pelatih berusia 48 tahun itu tak mampu menyembunyikan emosinya setelah timnya gagal mempertahankan gelar juara dunia usai kalah tipis 0-1 dalam laga yang berlangsung di New York New Jersey Stadium, Minggu sore.
Sepanjang pertandingan, Spanyol tampil jauh lebih dominan. Mereka terus menekan pertahanan Argentina dan berkali-kali mengancam gawang Emiliano Martinez. Namun, hingga waktu normal berakhir, penjaga gawang Argentina itu mampu menggagalkan berbagai peluang yang diciptakan lawan.
Argentina yang harus bermain dengan 10 orang setelah Enzo Fernandez mendapat kartu merah pada menit ke-93 berusaha mati-matian membawa pertandingan hingga adu penalti. Namun, pertahanan mereka akhirnya runtuh pada babak kedua perpanjangan waktu ketika Ferran Torres melepaskan tembakan keras ke atap gawang. Gol tersebut menjadi penentu kemenangan Spanyol sekaligus mengantarkan mereka meraih gelar juara Piala Dunia untuk kedua kalinya.
Usai pertandingan, suasana memanas. Sejumlah pemain Argentina kehilangan kendali emosi. Nahuel Molina memukul Rodri yang berlari ke lapangan untuk merayakan kemenangan, sementara Leandro Paredes terlibat cekcok dengan Eric Garcia dan Gavi.
Tak hanya itu, para pemain Argentina juga membelakangi Spanyol saat upacara penyerahan trofi, meski sebelumnya Spanyol memberikan guard of honour ketika para pemain Argentina berjalan menerima medali perak.
Di tengah sorotan terhadap sikap para pemainnya, Scaloni justru menuai pujian berkat pernyataannya seusai laga. Ia mengakui Spanyol memang pantas menjadi juara.
"Spanyol adalah juara yang pantas, dan kami harus mengakuinya. Saya merasa sedih saat ini, tetapi di atas segalanya saya memiliki rasa terima kasih yang tak terhingga kepada para pemain ini, karena bisa mencapai titik ini sangatlah sulit. Kami bisa menjadi tim yang hebat saat menang dan kami juga harus menjadi tim yang hebat saat kalah. Kami akan selalu mengingat apa yang telah kami lakukan. Kami sudah memberikan segalanya," ujar Scaloni, dikutip dari AS.
Sepanjang pertandingan, Spanyol tampil jauh lebih dominan. Mereka terus menekan pertahanan Argentina dan berkali-kali mengancam gawang Emiliano Martinez. Namun, hingga waktu normal berakhir, penjaga gawang Argentina itu mampu menggagalkan berbagai peluang yang diciptakan lawan.
Argentina yang harus bermain dengan 10 orang setelah Enzo Fernandez mendapat kartu merah pada menit ke-93 berusaha mati-matian membawa pertandingan hingga adu penalti. Namun, pertahanan mereka akhirnya runtuh pada babak kedua perpanjangan waktu ketika Ferran Torres melepaskan tembakan keras ke atap gawang. Gol tersebut menjadi penentu kemenangan Spanyol sekaligus mengantarkan mereka meraih gelar juara Piala Dunia untuk kedua kalinya.
Usai pertandingan, suasana memanas. Sejumlah pemain Argentina kehilangan kendali emosi. Nahuel Molina memukul Rodri yang berlari ke lapangan untuk merayakan kemenangan, sementara Leandro Paredes terlibat cekcok dengan Eric Garcia dan Gavi.
Tak hanya itu, para pemain Argentina juga membelakangi Spanyol saat upacara penyerahan trofi, meski sebelumnya Spanyol memberikan guard of honour ketika para pemain Argentina berjalan menerima medali perak.
Di tengah sorotan terhadap sikap para pemainnya, Scaloni justru menuai pujian berkat pernyataannya seusai laga. Ia mengakui Spanyol memang pantas menjadi juara.
"Spanyol adalah juara yang pantas, dan kami harus mengakuinya. Saya merasa sedih saat ini, tetapi di atas segalanya saya memiliki rasa terima kasih yang tak terhingga kepada para pemain ini, karena bisa mencapai titik ini sangatlah sulit. Kami bisa menjadi tim yang hebat saat menang dan kami juga harus menjadi tim yang hebat saat kalah. Kami akan selalu mengingat apa yang telah kami lakukan. Kami sudah memberikan segalanya," ujar Scaloni, dikutip dari AS.