home global news

Dewan Dakwah: Pesantren dan Santri Harus Respon Perubahan agar Tidak Tergilas Zaman

Jum'at, 22 Oktober 2021 - 18:05 WIB
Ketua Umum Dewan Dawah Islamiyah Indonesia (DDII), Dr. Adian Husaini. (Foto: Portal Islam)
Peringatan Hari Santri yang dilaksanakan setiap tahun mesti menjadi momentum untuk menjadikan pesantren sebagai pusat kebangkitan pendidikan di Indonesia. Momentum ini penting, sebab pesantren dan santri harus mampu merespon tantangan cepatnya perubahan secara tepat agar peradaban Islam tidak tergilas zaman.

"Pesantren telah menjadi sentral kebangkitan dan perjuangan sejak zaman penjajahan dahulu," kata Ketua Umum Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia (DDII) Dr Adian Husaini dalam webinar bertajuk 'Peta Jalan Kebangkitan Pesantren sebagai Lembaga Pendidikan Terbaik', Jumat (22/10).

Baca juga:Menag di Hari Santri: Pesantren Punya Dua Modal Utama Hadapi Tantangan

Pendiri pesantren At-Taqwa ini melanjutkan, banyak tokoh Islam yang berjuang melawan penjajahan Belanda dengan cara mendirikan pesantren, seperti yang dilakukan oleh Syaikh Yusuf Al-Makassari, Syaikh Abdul Samad Al-Palimbani, dan lainnya. Menurut dia, mengutip pernyataan pahlawan nasional Mohammad Natsir, pesantren merupakan lembaga pendidikan yang dikembangkan dalam rangka perjuangan bangsa Indonesia.

"Dengan demikian, pesantren bukan saja merupakan lembaga pendidikan tetapi merupakan peran yang penting dalam perjuangan nasional," katanya.

Konsep pesantren, lanjutnya, juga dikembangkan oleh Bapak Pendidikan Nasional Ki Hajar Dewantara yang dahulu mendirikan Taman Siswa karena menolak keras sistem pendidikan yang dibangun Belanda. "Ki Hajar Dewantara menolak sistem pendidikan Belanda karena dibangun hanya untuk kepentingan mereka," ujarnya.

Baca juga: Maruf Amin Minta Pesantren Ambil Peran dalam Perekonomian Nasional
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
dewan dakwah peran pesantren adian husaini pesantren hari santri
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya