Lampung Pasang Target Jadi Pusat Ekonomi Syariah Sumatera, Wagub Ungkap Modal Besarnya
Tim langit 7
Rabu, 22 Juli 2026 - 15:00 WIB
(Dok: Pemprov Lampung)
LANGIT7.ID-Lampung; Pemerintah Provinsi Lampung mulai memperkuat strategi pengembangan ekonomi syariah dengan membangun ekosistem yang saling terhubung, mulai dari sektor produksi hingga pembiayaan. Upaya tersebut diharapkan mampu membawa Lampung menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi syariah di Pulau Sumatera.
Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengatakan daerahnya memiliki hampir seluruh persyaratan untuk mewujudkan target tersebut. Menurutnya, berbagai potensi yang dimiliki Lampung dapat menjadi fondasi kuat bagi pengembangan ekonomi syariah.
Namun, Jihan menegaskan pengembangan ekonomi syariah tidak cukup hanya ditandai dengan bertambahnya jumlah lembaga keuangan syariah. Yang lebih penting adalah membangun rantai nilai ekonomi syariah yang terintegrasi sehingga mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian.
Karena itu, ia menilai peningkatan sertifikasi halal harus terus dilakukan. Selain itu, akses terhadap pembiayaan syariah perlu dipermudah, literasi ekonomi syariah masyarakat harus semakin baik, digitalisasi dimanfaatkan secara optimal, serta industri halal didorong agar semakin kompetitif.
Salah satu kekuatan Lampung berasal dari sektor pangan. Sebagai salah satu lumbung pangan nasional, provinsi ini memiliki potensi besar di bidang pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan yang dapat membangun halal value chain mulai dari proses produksi, pengolahan, distribusi hingga pemasaran.
Di sisi lain, Lampung juga memiliki jumlah UMKM yang terus berkembang, terutama pada sektor pangan, kopi, hasil olahan pertanian, fesyen muslim, dan industri kreatif. Menurut Jihan, penguatan sertifikasi halal pada sektor-sektor tersebut diyakini mampu meningkatkan daya saing produk daerah.
Potensi lain juga datang dari sektor ekspor. Komoditas unggulan seperti kopi, lada, kakao, pisang, udang, serta berbagai produk lainnya dinilai memiliki peluang lebih besar bersaing di pasar internasional apabila didukung penerapan standar halal.
Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengatakan daerahnya memiliki hampir seluruh persyaratan untuk mewujudkan target tersebut. Menurutnya, berbagai potensi yang dimiliki Lampung dapat menjadi fondasi kuat bagi pengembangan ekonomi syariah.
Namun, Jihan menegaskan pengembangan ekonomi syariah tidak cukup hanya ditandai dengan bertambahnya jumlah lembaga keuangan syariah. Yang lebih penting adalah membangun rantai nilai ekonomi syariah yang terintegrasi sehingga mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian.
Karena itu, ia menilai peningkatan sertifikasi halal harus terus dilakukan. Selain itu, akses terhadap pembiayaan syariah perlu dipermudah, literasi ekonomi syariah masyarakat harus semakin baik, digitalisasi dimanfaatkan secara optimal, serta industri halal didorong agar semakin kompetitif.
Salah satu kekuatan Lampung berasal dari sektor pangan. Sebagai salah satu lumbung pangan nasional, provinsi ini memiliki potensi besar di bidang pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan yang dapat membangun halal value chain mulai dari proses produksi, pengolahan, distribusi hingga pemasaran.
Di sisi lain, Lampung juga memiliki jumlah UMKM yang terus berkembang, terutama pada sektor pangan, kopi, hasil olahan pertanian, fesyen muslim, dan industri kreatif. Menurut Jihan, penguatan sertifikasi halal pada sektor-sektor tersebut diyakini mampu meningkatkan daya saing produk daerah.
Potensi lain juga datang dari sektor ekspor. Komoditas unggulan seperti kopi, lada, kakao, pisang, udang, serta berbagai produk lainnya dinilai memiliki peluang lebih besar bersaing di pasar internasional apabila didukung penerapan standar halal.