LANGIT7.ID-Lampung; Pemerintah Provinsi Lampung mulai memperkuat strategi pengembangan ekonomi syariah dengan membangun ekosistem yang saling terhubung, mulai dari sektor produksi hingga pembiayaan. Upaya tersebut diharapkan mampu membawa Lampung menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi syariah di Pulau Sumatera.
Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengatakan daerahnya memiliki hampir seluruh persyaratan untuk mewujudkan target tersebut. Menurutnya, berbagai potensi yang dimiliki Lampung dapat menjadi fondasi kuat bagi pengembangan ekonomi syariah.
Namun, Jihan menegaskan pengembangan ekonomi syariah tidak cukup hanya ditandai dengan bertambahnya jumlah lembaga keuangan syariah. Yang lebih penting adalah membangun rantai nilai ekonomi syariah yang terintegrasi sehingga mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian.
Karena itu, ia menilai peningkatan sertifikasi halal harus terus dilakukan. Selain itu, akses terhadap pembiayaan syariah perlu dipermudah, literasi ekonomi syariah masyarakat harus semakin baik, digitalisasi dimanfaatkan secara optimal, serta industri halal didorong agar semakin kompetitif.
Salah satu kekuatan Lampung berasal dari sektor pangan. Sebagai salah satu lumbung pangan nasional, provinsi ini memiliki potensi besar di bidang pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan yang dapat membangun halal value chain mulai dari proses produksi, pengolahan, distribusi hingga pemasaran.
Di sisi lain, Lampung juga memiliki jumlah UMKM yang terus berkembang, terutama pada sektor pangan, kopi, hasil olahan pertanian, fesyen muslim, dan industri kreatif. Menurut Jihan, penguatan sertifikasi halal pada sektor-sektor tersebut diyakini mampu meningkatkan daya saing produk daerah.
Potensi lain juga datang dari sektor ekspor. Komoditas unggulan seperti kopi, lada, kakao, pisang, udang, serta berbagai produk lainnya dinilai memiliki peluang lebih besar bersaing di pasar internasional apabila didukung penerapan standar halal.
Selain sektor usaha, Jihan menyebut potensi zakat, infak, sedekah, dan wakaf produktif juga dapat menjadi instrumen pembiayaan pembangunan sosial yang berkelanjutan. Ia turut mengapresiasi Baznas dan seluruh lembaga pengelola wakaf yang dinilai terus menunjukkan peningkatan kinerja dari tahun ke tahun.
Untuk mempercepat pengembangan tersebut, Jihan meminta seluruh perangkat daerah bekerja dalam satu orkestrasi pembangunan. Dinas yang menangani UMKM, koperasi, pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, perdagangan, hingga pariwisata diminta saling bersinergi.
Ia juga menilai penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah Tahun 2027 oleh Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) menjadi langkah strategis dalam memperkuat akses, inklusi, dan literasi keuangan syariah di Lampung sekaligus mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.
Menurut Jihan, keberhasilan pengembangan ekonomi syariah hanya dapat dicapai melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Ia menilai perkembangan ekonomi syariah di berbagai negara menunjukkan bahwa sektor tersebut bukan hanya berkaitan dengan identitas agama, tetapi juga mampu menjadi instrumen peningkatan daya saing ekonomi.
"Saya meyakini bahwa apabila seluruh intervensi dan program yang telah direncanakan dapat dilaksanakan sesuai dengan target, maka seluruh upaya tersebut akan memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian target nasional. Mari kita jadikan Provinsi Lampung bukan hanya sebagai daerah yang memiliki potensi ekonomi syariah, tetapi juga sebagai daerah yang mampu menghadirkan praktik-praktik terbaik dalam pembangunan ekonomi dan keuangan syariah yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan," kata Jihan dalam keterangannya.
(lam)