Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 09 September 2026
home wirausaha syariah detail berita

Bukan Sekadar Legalitas, Sertifikat Halal Bantu Bolen Sita Rasa dan Brownies Monyenyo Perluas Pasar

nabil Rabu, 09 September 2026 - 10:45 WIB
Bukan Sekadar Legalitas, Sertifikat Halal Bantu Bolen Sita Rasa dan Brownies Monyenyo Perluas Pasar
LANGIT7.ID-Jakarta; Sertifikat halal tak hanya menjadi bagian dari kelengkapan usaha bagi Irwan Adi Saputro dan Feri Kesuma. Bagi dua pelaku usaha mikro ini, sertifikasi tersebut berjalan beriringan dengan upaya memperluas pasar produk mereka.

Irwan merupakan pemilik kue bolen Sita Rasa yang kini telah membuka outlet di Surabaya. Sementara Feri membawa brownies Monyenyo menembus pasar antardaerah hingga Jambi, Lampung, dan Jawa Timur melalui platform e-commerce.

Perjalanan keduanya bermula dari skala usaha yang sederhana. Sita Rasa memulai perjalanan pada 2020 dengan mobil sederhana yang digunakan untuk menjajakan dagangan di sudut-sudut Kota Mojokerto.

Berbeda dengan Irwan, Feri memulai brownies Monyenyo dari dapur rumahan di Jawa Barat dengan satu-satunya oven kecil yang dimilikinya.

Pada tahap awal, pemasaran kedua usaha masih mengandalkan lingkungan sekitar, keluarga, dan teman dekat. Perluasan pasar kemudian mendorong keduanya melengkapi kesiapan usaha, termasuk melalui sertifikasi halal gratis program SEHATI yang dijalankan pemerintah.

Bagi Irwan, kebutuhan tersebut muncul ketika permintaan bolen mulai meningkat. Ia menyadari kualitas produk perlu diikuti dengan kelengkapan sertifikasi halal.

Informasi dari perangkat desa setempat kemudian membawanya mengikuti program Sertifikasi Halal Gratis (SEHATI). Pada 2023, Irwan mendaftarkan produknya dengan memanfaatkan kuota gratis program tersebut hingga sertifikat halal produknya terbit.

Sertifikat itu kemudian memperkuat keyakinan Irwan untuk membawa Sita Rasa keluar dari pasar awalnya di Mojokerto.

“Setelah punya sertifikat halal, saya merasa lebih yakin. Awalnya kami hanya bermain di Mojokerto, tetapi kemudian saya mulai berpikir bagaimana produk ini bisa dibawa ke daerah lain. Akhirnya, kami berani membuka outlet di Surabaya," tutur Irwan, dikutip Rabu (9/9/2026).

Perluasan tersebut berjalan bersama pertumbuhan kapasitas produksi. Jika sebelumnya Sita Rasa memproduksi sekitar 500 boks, kini kapasitasnya mencapai 2.000 hingga 2.500 boks.

Sita Rasa juga telah memanfaatkan pemasaran digital melalui TikTok sejak 2022 untuk menjangkau konsumen baru.

Cerita lain datang dari Feri. Ia pernah mengalami kerugian hingga belasan juta rupiah menjelang hari raya Lebaran setelah ratusan boks brownies yang dititipkan melalui sistem konsinyasi di sejumlah toko oleh-oleh di Bandung tidak terjual secara optimal.

Pengalaman itu mendorong Feri mencari jalur pemasaran digital.

“Begitu kita masukin semuanya, PIRT, lalu (sertifikat) halalnya, baru di ACC dan bisa masuk etalase aplikasi,” kenang Feri menceritakan.

Feri kemudian bergabung dengan platform TikTok pada 2023. Dari sana, jangkauan pasar brownies Monyenyo semakin luas.

Informasi mengenai status halal produk juga dapat dilihat konsumen melalui nomor registrasi halal yang dicantumkan pada kemasan dan deskripsi produk.

Perkembangan pasar turut diikuti perubahan kapasitas produksi. Dari semula mengandalkan satu oven di dapur rumahan, Monyenyo kini menggunakan beberapa oven untuk memproduksi sembilan varian brownies.

Feri pun mendorong teman-temannya yang juga pelaku UMK untuk mengurus sertifikat halal produk mereka.

“Jangan sampai ada keraguan buat teman-teman pelaku UMKM. Karena kalau tidak adanya sertifikat halal ini, malah menghambat penjualan. Ketika sudah ada di e-commerce, otomatis penjualan akan semakin luas, volume juga akan semakin banyak,” tegasnya.

Pengalaman Sita Rasa dan Monyenyo menunjukkan bagaimana sertifikasi halal menjadi bagian dari kesiapan usaha ketika pelaku UMK mulai memperluas akses pasar. Sertifikasi tersebut juga menjadi bagian dari kesiapan legalitas sekaligus upaya membangun kepercayaan konsumen.

Melalui program Sertifikasi Halal Gratis atau SEHATI, pelaku UMK mendapatkan kemudahan dalam pengajuan sertifikasi halal melalui pendampingan oleh Pendamping Proses Produk Halal yang keberadaannya terdekat dengan lokasi usaha.

Berdasarkan Satu Data BPJPH per 7 September 2026, telah terbit lebih dari 4,4 juta sertifikat halal yang mencakup 14,6 juta produk bersertifikat halal. Sebagian besar produk tersebut merupakan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Angka tersebut menggambarkan besarnya partisipasi UMKM dalam ekosistem jaminan produk halal sekaligus perekonomian nasional.

Menjelang pemberlakuan kewajiban sertifikasi halal pada Oktober 2026, pengalaman kedua pelaku UMK tersebut memperlihatkan bahwa sertifikasi halal dapat menjadi bagian dari kesiapan untuk naik kelas.

Ketika dipadukan dengan pemenuhan ketentuan usaha dan pemanfaatan kanal digital, sertifikasi halal membuka peluang bagi produk UMK untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 09 September 2026
Imsak
04:24
Shubuh
04:34
Dhuhur
11:54
Ashar
15:09
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan