home masjid

Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 2: Petunjuk bagi Orang Bertakwa

Kamis, 23 Juli 2026 - 06:43 WIB
Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 2: Petunjuk bagi Orang Bertakwa
Surat Al-Baqarah ayat kedua merupakan fondasi utama dalam memahami hakikat Al-Qur'an. Setelah dibuka dengan ketukan huruf-huruf muqatta’ah pada ayat pertama, Allah SWT langsung memberikan penegasan yang sangat mendasar mengenai kedudukan Al-Qur'an.

Ayat ini hadir sebagai pernyataan pertama yang menetapkan otoritas ilahiah, kesucian, serta fungsi utama Al-Qur'an sebelum pembaca melangkah lebih jauh menyelami ajaran dan hukum-hukum di dalamnya. Bagi seorang mukmin, memahami ayat ini adalah langkah awal untuk menata keimanan terhadap firman Allah SWT:

ذَٰلِكَ ٱلْكِتَٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًۭى لِّلْمُتَّقِينَ

"Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa," (QS Al-Baqarah: 2).

Secara kebahasaan, rangkaian kata dalam ayat ini menyimpan kekayaan makna yang sangat dalam. Penggalan pertama dibuka dengan kata dzalika. Secara leksikal dalam tata bahasa Arab, dzalika merupakan kata tunjuk atau isim isyarah yang digunakan untuk menunjuk sesuatu yang jauh.

Walaupun Ibnu Abbas dan para mufasir sepakat bahwa yang dimaksud di sini adalah ini kitab atau Al-Qur'an yang sedang berada di hadapan kita, pemilihan kata tunjuk jauh ini bukanlah tanpa alasan. Syekh Abu Bakr al-Jaza'iri menjelaskan bahwa peralihan dari kata tunjuk dekat hadzaa menjadi dzalika bertujuan untuk menegaskan keagungan, ketinggian martabat, serta kedudukan Al-Qur'an yang begitu mulia di sisi Allah SWT.

Selanjutnya, kata al-kitabu terbentuk dari akar kata ka-ta-ba yang secara harfiah berarti tulisan atau himpunan tulisan. Dalam konteks ayat ini, al-kitab merujuk secara khusus kepada Al-Qur'an, yaitu kitab suci yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya