Hari Anak Nasional: Allianz Ungkap Klaim Kesehatan Anak Tembus Rp212 Miliar, ISPA Jadi Penyakit Terbanyak
Nabil
Jum'at, 24 Juli 2026 - 09:57 WIB
(Dok: Allianz Indonesia)
LANGIT7.ID-Jakarta; Setiap orang tua tentu menginginkan masa depan terbaik bagi anaknya. Namun, di balik berbagai persiapan untuk pendidikan dan cita-cita, risiko kesehatan tetap menjadi tantangan yang tidak selalu dapat diprediksi. Bertepatan dengan momentum Hari Anak Nasional, Allianz Indonesia mengingatkan pentingnya perlindungan kesehatan sebagai bagian dari perencanaan masa depan anak setelah mencatat pembayaran klaim kesehatan lebih dari Rp212 miliar kepada tertanggung berusia 0–21 tahun sepanjang Semester I 2026.
Data Allianz Indonesia menunjukkan, hingga Semester I 2026 perusahaan telah memberikan perlindungan kepada lebih dari 119 ribu tertanggung berusia 0–21 tahun. Sepanjang periode Januari hingga Juni 2026, Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) menjadi penyakit dengan frekuensi klaim tertinggi, disusul diare dan infeksi tenggorokan.
Temuan tersebut memperlihatkan bahwa risiko kesehatan pada anak dapat muncul sejak usia dini dan berpotensi memengaruhi kondisi finansial keluarga apabila tidak dipersiapkan dengan baik.
Kondisi ini juga selaras dengan Profil Statistik Kesehatan 2025 yang diterbitkan Badan Pusat Statistik (BPS). Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa 40,12 persen anak balita mengalami keluhan kesehatan, sehingga menjadikan kelompok ini sebagai salah satu yang memiliki proporsi keluhan kesehatan tertinggi.
Menurut Allianz Indonesia, fakta tersebut menjadi pengingat bahwa mempersiapkan masa depan anak tidak hanya sebatas mendukung tumbuh kembang maupun pendidikan, tetapi juga memastikan keluarga memiliki kesiapan menghadapi risiko kesehatan yang dapat datang sewaktu-waktu.
Klaim ISPA, Diare, dan Infeksi Tenggorokan Mendominasi
Berdasarkan data Allianz Indonesia selama Januari hingga Juni 2026, ISPA menjadi penyakit dengan frekuensi klaim tertinggi sebanyak 6.269 kasus. Posisi berikutnya ditempati diare dengan 2.536 kasus dan infeksi tenggorokan sebanyak 1.672 kasus.
Data Allianz Indonesia menunjukkan, hingga Semester I 2026 perusahaan telah memberikan perlindungan kepada lebih dari 119 ribu tertanggung berusia 0–21 tahun. Sepanjang periode Januari hingga Juni 2026, Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) menjadi penyakit dengan frekuensi klaim tertinggi, disusul diare dan infeksi tenggorokan.
Temuan tersebut memperlihatkan bahwa risiko kesehatan pada anak dapat muncul sejak usia dini dan berpotensi memengaruhi kondisi finansial keluarga apabila tidak dipersiapkan dengan baik.
Kondisi ini juga selaras dengan Profil Statistik Kesehatan 2025 yang diterbitkan Badan Pusat Statistik (BPS). Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa 40,12 persen anak balita mengalami keluhan kesehatan, sehingga menjadikan kelompok ini sebagai salah satu yang memiliki proporsi keluhan kesehatan tertinggi.
Menurut Allianz Indonesia, fakta tersebut menjadi pengingat bahwa mempersiapkan masa depan anak tidak hanya sebatas mendukung tumbuh kembang maupun pendidikan, tetapi juga memastikan keluarga memiliki kesiapan menghadapi risiko kesehatan yang dapat datang sewaktu-waktu.
Klaim ISPA, Diare, dan Infeksi Tenggorokan Mendominasi
Berdasarkan data Allianz Indonesia selama Januari hingga Juni 2026, ISPA menjadi penyakit dengan frekuensi klaim tertinggi sebanyak 6.269 kasus. Posisi berikutnya ditempati diare dengan 2.536 kasus dan infeksi tenggorokan sebanyak 1.672 kasus.