home edukasi & pesantren

ITS Resmi Lepas 25 Tim Ekspedisi Patriot ke 8 Kawasan Transmigrasi di Indonesia

Ahad, 26 Juli 2026 - 11:30 WIB
Sebanyak 125 peserta dan 25 ketua tim TEP ITS yang tergabung dalam Tim Ekspedisi Patriot 2025 siap diberangkatkan ke 8 kawasan transmigrasi di Indonesia. (Dok: Humas ITS)
LANGIT7.ID-Surabaya; Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) secara resmi melepas 25 Tim Ekspedisi Patriot (TEP), Kamis (23/7) di Galeri Riset Inovasi Teknologi, Gedung Research Center, ITS. Pelepasan kali ini menjadi simbolis atas dedikasi ITS dalam melaksanakan pemberdayaan masyarakat demi mendukung program transmigrasi nasional.

Pada tahun kedua ini, ITS menerjunkan sebanyak 125 peserta dan 25 ketua tim TEP. Dari total 84 kawasan transmigrasi yang dijangkau secara nasional, Kampus Pahlawan ini mendapat amanah untuk menerjunkan 25 tim di 8 kawasan prioritas.Koordinator TEP ITS Prof Dr Aulia Siti Aisjah MT menuturkan bahwa sebagian besar penugasan berfokus di kawasan timur Indonesia. “Jadi 20 tim akan diterjunkan di Papua Barat, kemudian 3 tim NTT, 1 tim di wilayah Selaparang NTB, serta 1 tim di Barelang Kepulauan Riau,” tutur dia dalam keteranganya, Minggu (26/7/2026).

Program ini merupakan wujud kolaborasi nyata antara Kementerian Transmigrasi (Kementrans) RI dan perguruan tinggi dalam mengakselerasi pembangunan kawasan ekonomi transmigrasi yang produktif, inklusif, mandiri, dan berkelanjutan. TEP mendorong kontribusi perguruan tinggi untuk melakukan riset, kajian, inovasi, serta pendampingan untuk pengembangan masyarakat di kawasan transmigrasi yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia.

Wakil Rektor bidang Perencanaan, Keuangan, Sarana, dan Prasarana Dr Machsus ST MT menekankan bahwa patriotisme modern diperjuangkan melalui ilmu pengetahuan, karya dan inovasi, serta empati yang berdampak bagi masyarakat. Menghadapi berbagai keterbatasan medan nantinya, Machsus mengimbau untuk terus memegang teguh tiga pilar utama yang mencerminkan nilai institusi.

Machsus berpesan dengan ITS Tangguh, Berdampak, dan Mendunia, tim ekspedisi yang diterjunkan harus mampu meneladani ketangguhan pantang menyerah para pahlawan. Semangat patriotisme yang mencerminkan Kampus Perjuangan ITS dapat dibuktikan dengan meneladani ketangguhan pantang menyerah Jenderal Soedirman. “Selain itu, mempraktikkan kebermanfaatan ilmu Ki Hajar Dewantara agar tidak berhenti di ruang kelas, serta mengadopsi cara pandang mendunia berintegritas tinggi layaknya BJ Habibie,” pungkas alumni Teknik Sipil ITS tersebut.

Lebih dari sekadar menjalankan program kerja formal atau mengejar publikasi akademis. Machsus mengingatkan para peserta turun tangan mendengarkan serta memahami kebutuhan masyarakat sebelum menawarkan solusi teknologi. Nilai sejati seorang patriot di era saat ini terletak pada kerendahan hati untuk mengabdi dan meninggalkan rekam jejak legasi yang nyata.

Sebagai kampus teknologi dan inovasi, TEP ITS akan fokus pada pengembangan yang diarahkan pada perwujudan kawasan transmigrasi yang produktif, mandiri, dan berkelanjutan. Melalui penerapan teknologi tepat guna dan pemberdayaan masyarakat, tim ekspedisi yang diterjunkan diharapkan mampu menghadirkan inovasi teknologi yang aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan lokal. Mulai dari penanganan permasalahan infrastruktur dasar dan konektivitas, tata kelola dan reformasi agraria, serta ketahanan pangan dan ekonomi produktif.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya