home global news

Investasi Sarana KAI Group Bersama INKA Capai Lebih dari Rp14,6 Triliun

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:55 WIB
(Dok: Istimewa)
LANGIT7.ID-Jakarta; PT Kereta Api Indonesia (Persero) Group terus memperkuat kolaborasi dengan PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA dalam pengadaan dan pembaruan sarana perkeretaapian nasional. Berdasarkan nilai kontrak yang dihimpun, investasi tersebut mencapai sekitar Rp14,68 triliun hingga Rp14,88 triliun.

Kerja sama tersebut mencakup pengadaan kereta Stainless Steel New Generation untuk layanan antarkota, sarana Commuter Line baru dan retrofit, rangkaian LRT Jabodebek, kereta luxury, serta gerbong datar untuk mendukung angkutan barang di Sumatra Selatan.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, kesinambungan pengadaan sarana memberikan ruang bagi industri perkeretaapian nasional untuk meningkatkan kapasitas produksi, kompetensi sumber daya manusia, kualitas produk, serta dukungan purnajual.

“Pengadaan sarana membutuhkan perencanaan jangka panjang, kualitas yang konsisten, dan ketepatan penyelesaian. KAI Group mendorong kolaborasi profesional dengan INKA agar kebutuhan operasional dapat dipenuhi sekaligus memperkuat kemampuan industri perkeretaapian nasional,” ujar Anne dalam keterangannya, Selasa (28/7/2026).

Dalam program penggantian sarana atau replacement periode 2023–2027, KAI memesan 612 unit kereta Stainless Steel New Generation produksi INKA. Sebanyak 612 kereta tersebut dirangkai menjadi total 56 rangkaian dengan nilai kontrak pengadaan mencapai Rp5,5 triliun.

Dari total 56 rangkaian yang dipesan, sebanyak 40 rangkaian telah diserahterimakan kepada KAI. Hingga saat ini, 39 rangkaian telah beroperasi melayani pelanggan, sedangkan satu rangkaian lainnya berada dalam tahapan persiapan operasional.

Pengadaan Stainless Steel New Generation dilakukan untuk menggantikan sarana yang telah memasuki masa pembaruan. Kehadiran rangkaian baru tersebut mendukung peningkatan keandalan perjalanan, standardisasi fasilitas, serta kenyamanan pelanggan pada layanan kereta api antarkota.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya