home global news

Gebrakan Walikota Muslim New York Zohran Mamdani

Pekerja Pengantar Makanan Raup Rp1,6 Miliar Lebih dari Tips Setelah New York Mulai Terapkan Aturan Baru

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:20 WIB
(Dok: Istimewa)
LANGIT7.ID-New York; Pekerja pengantar makanan mendapat tambahan tips sebesar Rp1,6 miliar (US$104 juta) setelah kota mulai memberlakukan undang-undang untuk menindak praktik tips "menyesatkan" dari aplikasi pengantaran, kata Wali Kota New York, Zohran Mamdani pada Rabu.

"Era di mana Balai Kota menerima penyalahgunaan korporasi sebagai biaya menjalankan bisnis di New York City sudah berakhir," ujar Mamdani dalam konferensi pers di Battery Park.

Para pejabat kota menyatakan bahwa peningkatan ini setara dengan kenaikan pendapatan tahunan sebesar Rp35,7 juta (US$2.287) bagi masing-masing dari sekitar 70.000 pekerja pengantar yang mengendarai sepeda atau kendaraan melintasi lima wilayah kota untuk mengantarkan pesanan ke rumah-rumah warga.

Dewan Kota pada tahun 2023 mengesahkan upah minimum yang dijamin bagi pekerja pengantar, yang kini sebesar Rp345.000 per jam (US$22,13 per jam). Setelah tarif upah itu diterapkan, aplikasi seperti Uber Eats dan DoorDash mengubah opsi pemberian tips menjadi setelah pengiriman selesai — langkah yang diklaim pemerintah kota merugikan pekerja pengantar lebih dari Rp8,8 miliar (US$550 juta) dalam bentuk tips.

Aplikasi-aplikasi tersebut menggugat untuk memblokir kewajiban memberi pelanggan opsi memberi tips saat checkout, tetapi hakim federal menolak upaya mereka sesaat sebelum undang-undang mulai berlaku pada Januari lalu.

Sam Levine, komisaris Departemen Perlindungan Konsumen dan Pekerja kota, mengatakan bahwa angka-angka yang diungkap dalam laporan dari departemennya menunjukkan tips hampir berlipat ganda setelah kota mulai menegakkan aturan tersebut dan menjadi "bukti" bahwa aplikasi-aplikasi itu keliru tentang kesediaan warga New York untuk memberi tips kepada pengantar makanan.

"Jauh dari dirugikan, restoran justru mengalami lonjakan pesanan lebih dari 700.000 setiap minggu, dibandingkan dengan sebelum tarif upah minimum diberlakukan," kata Levine. "Ini seharusnya tidak mengejutkan. Warga New York adalah konsumen, tapi kami juga pekerja. Kami ingin mendukung tetangga kami yang mengantarkan makanan, sembako, dan obat-obatan ke pintu rumah kami. Kami ingin restoran-restoran di New York berkembang."
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya