Pemerintah Maroko Siapkan 50 Beasiswa Bagi Mahasiswa Indonesia, Kemungkinan Bisa Bertambah
Lusi mahgriefie
Jum'at, 31 Juli 2026 - 08:14 WIB
Duta Besar Maroko untuk Indonesia Redouane Houssaini saat bertemu Menteri Agama Nasaruddin Umar. Foto: dok. Kemenag
Duta Besar Maroko untuk Indonesia Redouane Houssaini saat bertemu Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa Pemerintah Maroko menyediakan sekira 50 beasiswa bagi mahasiswa Indonesia dan membuka peluang menambah jumlahnya jika dibutuhkan.
"Kami menyediakan sekitar 50 beasiswa bagi mahasiswa Indonesia. Saya kira ada keinginan dari Kementerian Urusan Islam untuk meningkatkan jumlahnya jika memang dibutuhkan. Saya berkomitmen untuk menyampaikan posisi Indonesia terkait masalah ini kepada pihak berwenang dan pemerintah saya, serta akan menindaklanjutinya dengan mereka," ujar Redouane Houssaini, mengutip keterangan tertulis, Jumat (31/7/2026).
Pertemuan anatara Dubes Maroko dengan Menag yang berlangsung di kantor pusat Kementerian Agama, Jakarta itu juga membahas perluasan akses pendidikan bagi mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan studi di Maroko.
Baca juga:BSI Beri Beasiswa dan Umrah untuk Ibrahim Al Abrar, Talenta Digital Indonesia yang Diapresiasi NASA
Menag mengungkap, Indonesia sebelumnya telah mengirim 30 mahasiswa ke Maroko melalui program visiting student. Namun, program serupa tidak dapat dilanjutkan tahun ini karena adanya sejumlah persyaratan.
"Tahun lalu kami mengirim 30 mahasiswa, tiga bulan untuk program magister dan enam bulan untuk program doktoral. Tahun ini kami kembali merencanakannya, tetapi ada banyak persyaratan. Karena itu, tahun ini kami tidak mengirim mahasiswa ke Maroko," ujar Menag.
Menag berharap akses ke perguruan tinggi Maroko dapat dipermudah sehingga semakin banyak mahasiswa Indonesia dapat belajar di sana. Menurutnya, Maroko berpotensi menjadi alternatif tujuan studi, tidak hanya untuk bidang keislaman.
"Kami menyediakan sekitar 50 beasiswa bagi mahasiswa Indonesia. Saya kira ada keinginan dari Kementerian Urusan Islam untuk meningkatkan jumlahnya jika memang dibutuhkan. Saya berkomitmen untuk menyampaikan posisi Indonesia terkait masalah ini kepada pihak berwenang dan pemerintah saya, serta akan menindaklanjutinya dengan mereka," ujar Redouane Houssaini, mengutip keterangan tertulis, Jumat (31/7/2026).
Pertemuan anatara Dubes Maroko dengan Menag yang berlangsung di kantor pusat Kementerian Agama, Jakarta itu juga membahas perluasan akses pendidikan bagi mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan studi di Maroko.
Baca juga:BSI Beri Beasiswa dan Umrah untuk Ibrahim Al Abrar, Talenta Digital Indonesia yang Diapresiasi NASA
Menag mengungkap, Indonesia sebelumnya telah mengirim 30 mahasiswa ke Maroko melalui program visiting student. Namun, program serupa tidak dapat dilanjutkan tahun ini karena adanya sejumlah persyaratan.
"Tahun lalu kami mengirim 30 mahasiswa, tiga bulan untuk program magister dan enam bulan untuk program doktoral. Tahun ini kami kembali merencanakannya, tetapi ada banyak persyaratan. Karena itu, tahun ini kami tidak mengirim mahasiswa ke Maroko," ujar Menag.
Menag berharap akses ke perguruan tinggi Maroko dapat dipermudah sehingga semakin banyak mahasiswa Indonesia dapat belajar di sana. Menurutnya, Maroko berpotensi menjadi alternatif tujuan studi, tidak hanya untuk bidang keislaman.