Wapres Libatkan Santri Dalam Pembangunan Ekonomi dan Keuangan Syariah
Garry Talentedo Kesawa
Sabtu, 23 Oktober 2021 - 17:34 WIB
Wakil Presiden K.H. Maruf Amin. (Foto: ANTARAFOTO)
Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma'ruf Amin, menyatakan komitmennya untuk memperkuat pembangunan ekonomi syariah di Indonesia dengan melibatkan kaum santri sebagai bagian dari Masyarakat Ekonomi Syariah (MES).
Ma'ruf menuturkan bahwa kaum santri dan lingkungan pesantren memiliki kontribusi besar dalam perjuangan membangun bangsa, sejak jaman kemerdekaan hingga memberikan teladan dan keyakinan kepada masyarakat di tengah situasi pandemi Covid-19 saat ini.
"Semangat dan keteladanan inilah yang dapat menjadi esensi untuk mendukung perkembangan ekonomi dan keuangan syariah di tanah air," kata Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin, seperti dikutip Sabtu (23/10).
Baca juga:Jokowi Dorong MES Jadi Lokomotif Pengembangan Ekonomi Syariah
Sejak diterbitkannya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019, Wapres menilai pesantren memiliki posisi strategis tidak hanya sebagai lembaga pendidikan dan dakwah, tetapi juga pusat pemberdayaan masyarakat.
Menurutnya, dengan mengakselerasi ekonomi kerakyatan berbasis pesantren dan komunitas diharapkan ekonomi nasional dapat cepat pulih dan mendorong kebangkitan UMKM.
"Pesantren diharapkan menjadi pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan bidang keuangan, seperti Bank Wakaf Mikro, Baitul Maal wa Tamwil, maupun ultra mikro lainnya," ujar Ma'ruf.
Ma'ruf menuturkan bahwa kaum santri dan lingkungan pesantren memiliki kontribusi besar dalam perjuangan membangun bangsa, sejak jaman kemerdekaan hingga memberikan teladan dan keyakinan kepada masyarakat di tengah situasi pandemi Covid-19 saat ini.
"Semangat dan keteladanan inilah yang dapat menjadi esensi untuk mendukung perkembangan ekonomi dan keuangan syariah di tanah air," kata Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin, seperti dikutip Sabtu (23/10).
Baca juga:Jokowi Dorong MES Jadi Lokomotif Pengembangan Ekonomi Syariah
Sejak diterbitkannya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019, Wapres menilai pesantren memiliki posisi strategis tidak hanya sebagai lembaga pendidikan dan dakwah, tetapi juga pusat pemberdayaan masyarakat.
Menurutnya, dengan mengakselerasi ekonomi kerakyatan berbasis pesantren dan komunitas diharapkan ekonomi nasional dapat cepat pulih dan mendorong kebangkitan UMKM.
"Pesantren diharapkan menjadi pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan bidang keuangan, seperti Bank Wakaf Mikro, Baitul Maal wa Tamwil, maupun ultra mikro lainnya," ujar Ma'ruf.