Muhammadiyah Lampung Dorong Penguatan Akidah di Da'wah Sinergy Summit 2026
Ahmad zuhdi
Ahad, 02 Agustus 2026 - 07:07 WIB
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Lampung menyambut baik dan memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya Dawah Sinergy Summit 2026. Foto: Humas Dewan Dawah Lampung.
Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Lampung menyambut baik dan memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya Da'wah Sinergy Summit 2026. Ketua PWM Lampung, Prof Sudarman, menegaskan bahwa acara ini menjadi langkah awal yang sangat penting dalam menyatukan potensi dakwah Islam demi memperkuat akidah dan persatuan umat di Provinsi Lampung.
Dalam sambutannya, Prof Sudarman mengenang sejarah panjang gerakan dakwah dan pembelajaran kristologi di Lampung sejak dekade 1980-an. Ia memaparkan rekam jejak historis masuknya misi misionaris dan kolonialisme di Nusantara yang menggunakan strategi pendekatan sosial melalui pelayanan (diakonia), khususnya menyasar masyarakat yang mengalami keterbelakangan pendidikan dan kemiskinan.
"Kelompok tersebut masuk ke komunitas masyarakat, termasuk ke tengah umat Islam, dengan menggunakan pendekatan pelayanan sosial. Kerentanan ekonomi dan ketiadaan akses pendidikan kerap menjadi pintu masuk utama. Oleh karena itu, dakwah kita harus mampu menjawab akar persoalan tersebut," ujar Prof Sudarman di Hotel G Syariah, Rajabasa, Lampung, Sabtu (1/8/2026).
Baca Juga:Korps Mubaligh Islam Tekankan Sinergi Lintas Lembaga dalam Dakwah
Prof Sudarman menjelaskan bahwa pemahaman terhadap rekam jejak sejarah tersebut menjadi alasan kuat mengapa organisasi keagamaan seperti Muhammadiyah dan Dewan Da'wah berfokus pada pembangunan lembaga pendidikan dan pemberdayaan ekonomi. Menurutnya, pemutusan rantai kemiskinan dan kebodohan adalah benteng terkuat dalam mempertahankan akidah umat.
"Mengapa kita berkonsentrasi membangun sekolah-sekolah dan penguatan ekonomi? Supaya masyarakat tidak miskin dan tidak bodoh. Ketika masyarakat memiliki pemahaman agama yang baik dan sejahtera, mereka tidak akan mudah terpengaruh oleh upaya penyimpangan maupun pemurtadan," tegasnya.
Ketua PWM Lampung ini mengajak seluruh organisasi Islam, dai, dan pimpinan lembaga untuk menanggalkan ego sektoral serta menghentikan kebiasaan bergerak secara sendiri-sendiri. Ia menekankan bahwa tantangan dakwah di masa depan hanya bisa dihadapi melalui konsolidasi yang solid dan terstruktur.
Dalam sambutannya, Prof Sudarman mengenang sejarah panjang gerakan dakwah dan pembelajaran kristologi di Lampung sejak dekade 1980-an. Ia memaparkan rekam jejak historis masuknya misi misionaris dan kolonialisme di Nusantara yang menggunakan strategi pendekatan sosial melalui pelayanan (diakonia), khususnya menyasar masyarakat yang mengalami keterbelakangan pendidikan dan kemiskinan.
"Kelompok tersebut masuk ke komunitas masyarakat, termasuk ke tengah umat Islam, dengan menggunakan pendekatan pelayanan sosial. Kerentanan ekonomi dan ketiadaan akses pendidikan kerap menjadi pintu masuk utama. Oleh karena itu, dakwah kita harus mampu menjawab akar persoalan tersebut," ujar Prof Sudarman di Hotel G Syariah, Rajabasa, Lampung, Sabtu (1/8/2026).
Baca Juga:Korps Mubaligh Islam Tekankan Sinergi Lintas Lembaga dalam Dakwah
Prof Sudarman menjelaskan bahwa pemahaman terhadap rekam jejak sejarah tersebut menjadi alasan kuat mengapa organisasi keagamaan seperti Muhammadiyah dan Dewan Da'wah berfokus pada pembangunan lembaga pendidikan dan pemberdayaan ekonomi. Menurutnya, pemutusan rantai kemiskinan dan kebodohan adalah benteng terkuat dalam mempertahankan akidah umat.
"Mengapa kita berkonsentrasi membangun sekolah-sekolah dan penguatan ekonomi? Supaya masyarakat tidak miskin dan tidak bodoh. Ketika masyarakat memiliki pemahaman agama yang baik dan sejahtera, mereka tidak akan mudah terpengaruh oleh upaya penyimpangan maupun pemurtadan," tegasnya.
Ketua PWM Lampung ini mengajak seluruh organisasi Islam, dai, dan pimpinan lembaga untuk menanggalkan ego sektoral serta menghentikan kebiasaan bergerak secara sendiri-sendiri. Ia menekankan bahwa tantangan dakwah di masa depan hanya bisa dihadapi melalui konsolidasi yang solid dan terstruktur.